Jaga Produksi Walau Beralih Operator
BALIKPAPAN, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) memastikan produksi migas di wilayah Kalsul tidak akan berpengaruh, meskipun masa peralihan operator untuk Total Indonesie E&P ke Pertamina berlangsung tahun ini. Hal itu di tegaskan oleh Kepala Urusan Humas SKK Migas wilayah Kalsul Bambang Arianto Kurniawan, saat kegiatan Sharing Session dan temu media, Kamis (4/5/2017) di Balikpapan.
Menurut Bambang, produksi minyak dan gas saat ini tetap stabil dan berjalan sesuai target produksi pemerintah tahun 2017. Bahkan produksi migas di wilayah Kalsul rata-rata pencapaianya ada yang lebih dari 100 persen dari target.
"Produksi tetap stabil, meski operatornya akan berganti. Yang jelas tidak akan berpengaruh pada produksi," jelasnya.
Bambang mengatakan, tahun ini operator yang akan berganti yakni dari Total E&P Indonesie ke Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Proses peralihan pun sedang berlangsung, namun tidak akan mempengaruhi produksi migas.
Berdasarkan data yang di lansir SKK Migas bahwa produksi nasional untuk minyak dan kondensat mencapai 815.315 sementara gas sebesar 8.247 mmscfd.
Sedangkan produksi Kalimantan dan Sulawesi untuk minyak dan kondensat sebesar 118.395 bopd, gas sebesar 2.368 mmscfd.Ada pun produksi Kaltim minyak dan kondensat sebesar 90.826 bopd, sementara gas sebesar 1.903 mmscfd.
Bambang menambahkan peralihan kontrak Total E&P Indonesie ke Pertamina berjalan lancar. Operator baru sudah melakukan diskusi melalui tim transisi yang di fasilitasi SKK Migas. Bahkan operator baru akan menawarkan pada pekerja Total untuk menjadi bagian Pertamina nantinya. Sehingga hal ini tidak menimbulkan keresahan di kalangan pekerja eks Total.
Selanjutnya tahun 2018, dua operator yakni Vico dan Chevron juga akan berakhir. Berakhirnya kontrak kedua kKKS ini pun di harapkan tidak menggangu produksi migas di Kaltim. Dan sudah di pastikan pula Pertamina yang akan mengelola kedua Blok yang di tinggalkan KKKS tersebut.
"Dengan masa peralihan maka adaefisiensi yang dilakukan operator, namun tidak mempengaruhi produksi," tutupnya. mid/poskotakaltimnews.com