Lapas Kelas II A Tenggarong Gelar Tes Tahfidzul Qur'an
tes
terbuka Tahfidzul Qur'an Pesantren Taubatan Nasuha Lapas Kelas IIA Tenggarong.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG-
Pesantren Taubatan Nasuha Lapas Kelas II A Tenggarong mengadakan tes terbuka Tahfidzul
Qur'an sejak 1 April 2021, yang diikuti sebanyak 12 santri dari total santri
saat ini sebanyak 90 orang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid
Taubatan Nasuha Lapas Tenggarong, dan dibuka secara langsung oleh Kepala Lapas
Tenggarong Agus Dwirijanto, Kamis (1/7/2021).
Kepala Lapas Tenggarong Agus Dwirijanto
mengatakan, tes tersebut merupakan salah satu program unggulan dari pesantren
ini dan diharapkan kedepannya semakin banyak santri yang mengikuti kegiatan
tersebut.
"Tahfidzul Qur'an ini adalah program
unggulan, untuk saat ini sebanyak 12 santri yang ikut ujian dan diharapkan
kedepannya lebih banyak lagi yang dapat mengikuti program ini" kata Agus
Dwirijanto.
12 santri tersebut dalam kesehariannya
dibimbing langsung oleh tim pengajar pesantren yang terdiri dari petugas dan
ustadz dari luar lapas yang sekaligus mengisi kegiatan pembinaan kerohanian di
dalam Lapas.
Sementara itu Kasi Binapi Ahmad
Harnadi,sekaligus pengasuh dari pesantren ini menuturkan, bahwa program pesantren
ini adalah inovasi dari Lapas Tenggarong dalam mengoptimalkan pembinaan
kerohanian, untuk saat ini kegiatan pesantren dilaksanakan pada pagi dan sore
hari yang bertempat di Masjid Lapas Tenggarong.
Adapun materi program Tahfidzul Qur'an ini
meliputi materi ilmu tajwid dan dan metode membaca al qur'an yang dilaksanakan
setiap sore selain materi pelajaran lainnya seperti Fiqih, ilmu tauhid dan
akhlak.
Terpisah, warga binaan Jumadil mengatakan,
sangat bahagia dan bangga bisa mengikuti terbuka ini, karena dapat menambah
pemahaman ilmu Al-qur'an. Beruntung bisa mejandi santri di pesantren Taubatan,
hal ini bisa menjadi bekal saat bebas nantinya.
Pada hari yang sama, pesantren Lapas
Tenggaong juga mendapatkan bantuan Al qur'an dan Iqra masing-masing sebanyak 20
buah dan sarung sebanyak 90 buah yang diperuntukkan bagi santri, pemberian
tersebut dari Toko Ummi Kutai Barat yang diserahkan secara langsung oleh H.
Supriadi dan Hj. Sumini kepada pihak Lapas Tenggarong.(*riz)