Dewan Kukar Dukung Program STBM untuk Pencegahan Stunting dan TBC
Baharudin
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
DPRD Kukar sangat mendukung adanya program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dari pemerintah, program tersebut sangat baik untuk menekan angka stunting
serta penyakit TBC, dan hal ini harus diterapkan didaerah masing masing.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar Baharuddin
mengatakan, pemerintah daerah harus selaras dengan program Kementerian
Kesehatan dalam hal ini menekan angka stunting di Kukar.
"Tentunya kami mendukung program
tersebut untuk diterapkan, agar angka stunting di Kukar minim atau setiap
tahunnya menurun" ucap Baharuddin kepada Poskotakaltimnews, Selasa
(2/11/2021).
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kukar juga telah
berupaya dalam penanganan stunting, apapun programnya Dinkes Kukar selama itu
memberikan yang terbaik untuk daerah harus disupport, agar pencapaian target
bisa maksimal.
"Saya apresiasi Kepala Dinkes dan juga
Direktur RSUD AM Parikesit dan tenaga medis yang telah bekerja maksimal untuk
Kukar" tuturnya
Lanjut dia, hal itu perlu diapresiasi karena
angka stunting di Kukar sejak 2 tahun terakhir mengalami penurunan. Harapannya
tim kesehatan dapat menangani permasalahan tersebut dengan baik.
"Jangan menyepelekan masalah stunting,
agar pertumbuhan generasi di Kukar normal, tidak ada kekurangan gizi"
pungkasnya.
Untuk diketahui bahwa Sekda Kukar H Sunggono,
pada Selasa (2/11/2021) menyerahkan bantuan STBM di Kelurahan Loa Ipuh Darat
Kecamatan Tenggarong.
H Sunggono mengatakan, program sanitasi
merupakan program Kementerian Kesehatan RI yang bertujuan dalam rangka
pengendalian penyakit TB dan stunting. Saat ini ada 20 keluarga penerima
manfaat yang dari program sanitasi.
Ia juga menyebutkan dalam dua tahun terakhir
angka stunting di Kukar turun dan saat ini hanya tinggal 16,9 persen.
"Dari target pemerintah pusat Insya
Allah 2023 angka stunting kita sudah di angka 14% dari penduduk yang
terkonfirmasi stunting" kata H Sunggono saat sambutan.
Lanjut dia, program ini diharapkan berjalan
dengan maksimal, namun untuk saat ini belum bisa menjangkau seluruh masyarakat
Kukar, semua pihak harus bersinergi bukan hanya dari pemerintah pusat,
pemerintah daerah, dan harus bersinergi dengan dunia usaha.(*riz/adv)