Bahktiar Wakkang Soroti Alokasi Anggaran Rp 4 Miliar untuk CS
Bahktiar Wakkang.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BONTANG- Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bahktiar Wakkang
menilai, Pengadaan Proyek pekerjaan Cleaning Service (CS) pasar di Bontang
hanya pemborosan anggaran.
Ia pesimis dengan rencana Diskop-UKMP mengalihkan tenaga CS
Pasar kepada pihak swasta. Menurutnya, rencana itu tidak rasional. Ia
menjelaskan jumlah Pendapatan Asli
Daerah (PAD) dari sektor pasar hanya senilai Rp 1 miliar lebih.
“Ini kan tidak BEP. Sama halnya lebih besar
pasak daripada tiang,” jelasnya. Menurutnya, rencana pengelolaan tenaga CS ke
pihak ketiga harusnya dibarengi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang
fleksibel.
“Sementara rencana anggaran tenaga CS saja,
sudah mencapai Rp 4 miliar lebih. Jadi tidak memenuhi break event point atau
BEP.
Agenda rapat antara Komisi II membahas
Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2022, bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil
Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP), Selasa (2/11/2021).
Komisi II mengusulkan, setelah manajemen
pengelolaan pasar dikelola dengan baik, untuk bisa didorong menjadi Badan
Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Kalau Pasar sudah menjadi Lumbung PAD kita,
sebaiknya diubah jadi BLUD saja. Di pasar itukan mengelola retribusi dan
perparkiran juga,” usulnya.
Senada, rekan sesama anggota Komisi II,
Ridwan menilai terkait tenaga CS Pasar, selisih anggaran dengan sistem Tenaga
Kerja Alih Daya (TKAD) akan jauh lebih hemat ketimbang dikelola oleh pihak
ketiga.
“Jika
tetap di TKAD kan ada selisih hampir Rp 2 Miliar, inikan sangat efesiensi dan
hak-hak tenaga CS sagat terlindungi,” bebernya.
Ridwan pun meminta Pemerintah Kota dalam hal
ini Diskop-UKMP untuk mempertimbangkan kembali hal tersebut. Guna menghindari
potensi permasalahan hukum.
“Jangan sampai nanti ada audit dan ini tidak
bisa Bapak-bapak pertanggung jawabkan,” tandas Ridwan yang memimpin jalannya
rapat.(wan)