Warga Long Ayan Minta Perusahaan Maksimalkan Program TJSL

img

Kepala Kampung Hardiansyah

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Beroperasinya 4 perusahaan perkebunan sawit termasuk sudah berdiri 2 pabrik besar Sawit di Kampung Long Ayan Kecamatan Segah, ternyata tidak memberikan kesejahteraan bagi kampung setempat.

Bahkan dari penuturan Kepala Kampung Hardiansyah tidak hanya jalan yang rusak berlubang-lubang tapi juga listrik dan air bersih belum menikmati sepenuhnya.

“Kenyataanya dilapangan begitu adanya, namun realitanya ada perusahaan besar, orang luar melihat kami pasti sejahtera,’ungkap Hardiansyah.

Terkait listrik tambah Hardiansyah, seharusnya ada 2 pabrik besar bisa memberikan bantuan listrik tapi belum menyambungkan listriknya untuk warga kampung.

“Kami harap untuk pihak perusahaan yang beroperasi di Kampung Long Ayan dapat membantu keluhan keluhan warga yang ada termasuk  kendala air bersih kami belum mengalir, jaringan internet kami pun masih susah sampai jaringan telephone, karena towernya yang tidak ada di kampung kami."kata Hardiansyah lagi menjelaskan.

Menyinggung penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)  yang telah di lakukan perusahaan di Kampung Long Ayan, disampaikan Hardiansyah  tidak ada kodinasi sama pihak kampung setempat penyalurannya. Untuk pengurusan dana TJSL ini pihaknya sudah pernah berkordinasi sama pihak perusahaan.

” Pihak perusahaan menjelaskan ada forum TJSL dari Kabupaten, sedangkan forum TJSL Kabupaten belum berkomunikasi sama kami juga,misalnya apa mau nya kampung Long Ayan atau kebutuhan warga ,”tambahnya.

Lanjutnya, perusahan perusahan ini  di tahun 2013 pernah mengeluarkan peraturan peraturan daerah nomor 3 tahun 2013 tentang TJSL tanggung jawab sosial lingkungan. Pasal 29 minimal 3 persen keuntungan dari perusahaan itu di berikan sebagai dana TJSL itu untuk menyerahkan ke pada pihak kampung tempat wilayah perusahaan itu beroprasi berdasarkan aspirasi warganya.

 “Namun asumsi warga bahwa 1 perusahaan tidak sampai Rp 100 juta dalam 1 tahun untuk bantuan dana TJSL ke kampung,padahal keuntungannya mereka itu berapa 1 harinya, ada 15 truck sedangkan 1 trucknya itu beratnya rata rata 7 ton harga sekilonya sekarang di pabrik 2.500 itu hitungannya dalam 1 hari yg terjual berapa sudah hasilnya dalam setahu,tapi warga kami tidak menikmati hasilnya itu,yang minimalnya 3 persen yang sesuai peraturan nomor 3 tahun 2013.”ungkapnya.

Pihaknya berharap untuk bantuan dana TJSL kepada perusahaan yang beroprasi di kampung agar sesuai peraturan yang berlaku.(sep)