Camat Sebulu Terima Aduan Warga, Terkait Truk Perusahaan Lintasi Jalan Umum

img


POSKOTAKALTIMBEWS.COM, KUKAR- Camat Sebulu Edi Fachrudin, menerima perwakilan warga Desa di Kecamatan Sebulu, yang menyampaikan aspirasi terkait dengan keluhan warga bahwa pembangunan jalan yang telah rampung diperbaiki, kondisinya sekarang sering dilewati truk perusahan.

Rapat yang berlangsung Senin (14/3/2022) selain dihadiri kepala desa dan warga juga dihadiri  dan perwakilan perusahaan.

"Jadi jalan umum itu seharusnya digunakan sebagaimana mestinya, kalau sesuai perbub bahwa jalan tersebut tidak boleh digunakan oleh perusahaan, pihak perusahaan harus melewati jalan alternatif," ucap Edi Kepada Poskotakaltimnews, Selasa (15/3/2022)

Kata Edy, jika melewati jalan alternatif, menurut mereka cosnya lebih besar. Jalan yang baru selesai dibangun berada di Desa Tanjung Harapan, kalau jalan alternatifnya di KM 19 bagian atas.

"Kami memberikan masukan terhadap pihak perusahaan, kalau pihak perusahaan melintasi jalan umum bagaimana untuk perawatannya, sedangkan ini dibangun dengan menggunakan dana pemerintah," tuturnya.

Sementara pihak Kecamatan meminta kepada pihak perusahaan untuk tidak melintasi jalan tersebut, selama belum ada keputusan terkait tanggungjawab perawatan terhadap jalan tersebut.

"Kami nanti akan memanggil pimpinan pihak perusahaan untuk dapat mengambil keputusan, atas keluhan warga selama ini" jelasnya.

"Kami berharap pertemuan kedepan bisa memberikan solusi terbaik untuk kita semua, tidak ada yang dirugikan," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Tanjung Harapan Hendi menuturkan, warga Desa mengeluh atas infrastruktur jalan yang baru selesai dibangun dan digunakan oleh pihak perusahaan. Kedepan akan dilaksanakan rapat kembali dengan pihak perusahaan.

"Warga mengeluh jalan itu dipakai oleh perusahaan, selain bisa rusak dan terjadi kemacetan juga, seharusnya perusahaan memiliki jalan sendiri, bukan menggunakan fasilitas umum," ujar Hendi.

Lanjut dia, jalan tersebut baru selesai dibangun pada 2022 ini. Warga sangat menyayangkan jalan baru itu dilintasi oleh truk truk bertonase besar, warga baru merasakan kenyamanan akses jalan.

"Maka dari itu warga khawatir jalan itu rusak kembali. Pihak Kecamatan meminta sementara untuk tidak melewati jalan tersebut, kami menunggu keputusan perusahaan," tutupnya.(*riz)