Anggaran Pembangunan Rumah Sakit Balbar Bertambah Rp 29 Miliar
Anggota Komisi IV DPRD Ardiansyah
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN- Komisi IV DPRD kota
Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Kota
(DKK) Balikpapan, Direktur Rumah Sakit Sayang Ibu dan pihak PUPR terkait dengan
penambahan anggaran pembangunan Rumah Sakit di Balikpapan Barat (Balbar).
Anggota Komisi IV DPRD Ardiansyah sangat menyayangkan
dengan adanya penambahan anggaran yang telah ditetapkan ditengah jalan sebesar
Rp 162 Miliar.
Dengan ada penambahan di tengah jalan ini,
pihaknya mempertanyakan perihal payung hukumnya, karena jangan sampai
bermasalah dibelakang harinya.
"Kami sangat mendukung adanya
pembangunan Rumah Sakit, tetapi kita juga mempertanyakan payung hukumnya,
apakah dibenarkan untuk penambahan anggaran di tengah jalan," ucap
Ardiansyah saat ditemui awak media usai rapat, Kamis (19/5/2022).
Dilanjutkan, pihaknya sama-sama bersepakat
untuk segera menyelesaikan masalah lahan di lokasi tersebut, mengingat masih
ada warga yang tidak ingin pindah, meski tanah itu masih milik pemerintah.
Ditambah mereka sudah lama mendirikan
bangunan disitu, meski lahan tersebut memang milik pemerintah. Bahkan
pemerintah telah menyiapkan santunan untuk warga jika mau berpindah dari
lokasi.
"Termasuk bu RT situ sudah terima
santunan, kalau alasan warga nggak mau, kami tidak tahu apa," jelasnya.
Maka itu komisi IV menyatakan agar pihaknya
segera menyelesaikan permasalahan lahan tersebut. Begitu juga dengan masalah
reklamasinya, yang alhamdulillah mereka sudah konsultasi ke kementrian, karena
anggarannya dari pemerintah kota, jadi cukup sampai ke provinsi.
Sementara anggaran yang ditambahkan sekitar
Rp 29 miliar dari total 162 miliar yang ditetap pada APBD 2022. Dirinya
menyarankan penambahan dilakukan di perubahan atau di APBD 2023.
"Kalau untuk di perubahan kami dianggap
tidak memungkinkan. Karena harus mengatur amdalalinnya dulu, dan paling telat
pada Desember ini sudah selesai," imbuhnya.
Kepala DKK dr Andi Sri Juliarty menambahkah,
untuk tahapan pembangunan baru sampai di pengurusan amdal, dan pihaknya baru
selesai konsultasi ke kementrian kelautan.
"Hasilnya disampaikan, karena
menggunakan APBD pemerintah kota, maka konsultasi selanjutnya cuku sampai ke
dinas provinsi Kaltim," tambah dr Dio panggilan akrabnya.
Diharapkan tahun ini warga yang terdampak dapat mengambil santunan ke tempat yang ditujukkan. Jumlah penerima santunan ada 17 KK, dengan besaran berbeda dari lahan yang dimilikinya.
"Kalau untuk anggaran santunan yang
disiapkan sekitar Rp 4-5 miliar, termasuk santunan yang masih punya anak
kecil," terangnya. (ari)