Kukar Kembali Raih Juara Umum MTQ Tingkat Kaltim
Foto bersama Bupati Kutai Kartanegara.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali meraih juara umum pada ajang
Musabaqal Tilawati Qur'an (MTQ) ke 43 tingkat Kaltim. Gelar juara umum itu
untuk kelima kalinya diraih Kukar.
Hal itu diumumkan pada saat penutupan MTQ di
Gelanggang Olahraga Segiri (GOR) Samarinda, pada Sabtu (28/5/2022).
Diketahui perolehan point untuk Kukar yakni
94, Samarinda 82, Bontang 69, Balikpapan 48, Kubar 1, Penajam Paser Utara (PPU)
27, Kutai Timur (Kutim) 53, Paser 31, Berau 39, dan Mahulu 0.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kaltim
Isran Noor menyampaikan, selamat kepada para pemenang MTQ ke 43 Kaltim 2022,
selamat kepada Kukar yang tetap mempertahankan piala bergilir juara umum.
Semoga tahun depan akan diperebutkan lagi baik juara umum maupun bergilir.
"Tahun depan pelaksanaan MTQ akan
dilaksanakan di Balikpapan. Terima kasih semuanya yang telah mensukseskan pelaksanaan
MTQ saat ini," kata Isran Noor saat sambutannya, di GOR Segiri Samarinda,
Sabtu (28/5/2022)
Piala tersebut diserahkan langsung oleh
Gubernur Kaktim kepada Bupati Kukar Edi Damansyah. Sementara arak arakan juara
umum tersebut dilakukan dari simpang 3 Kecamatan Loa Janan sampai Tenggarong,
pada Minggu (29/5/2022).
Edi Damansyah mengatakan, MTQ tingkat Kaltim
mendapatkan hasil yang menggembirakan. Kedepan pada pelaksanaan MTQ tingkat
Kaltim di Balikpapan target 6 kali berturut turut.
"Target ke 6 Insya Allah, yang
terpenting pembinaan dulu untuk generasi, sehingga hasilnya juga baik,"
ucap Edi Damansyah.
Kata dia, Pemkab Kukar dalam hal ini
memfasilitasi memberikan dorongan dan sisi pembiayaan. Pihaknya meminta melalui
LPTQ Kukar untuk selalu mengevaluasi.
"Jadi satu yang kita mintakan, LPTQ itu
harus melakukan repom. Pada saat itu saya ketua LPTQ 2018, salah satu yang kita
lakukan perubahan, pembinaannya dilebihkan porsinya, hampir 80 persen dari
konsep kegiatan itu lebih banyak pembinaan, jadi seremoni sedikit saja,"
sebutnya.
Pola pembinaan tersebut dilakukan tidak
sendiri, namun ada kerjasama dengan perguruan tinggi ilmu Al-Qur'an, Institut
ilmu Al-Qur'an, ada juga Kelompol Lembaga Kaligrafi (Kalenka).
"Dari MoU ini kita awalnya melakukan
peningkatan kompetensi, salah satu MoU dengan LPTQ ialah kita melakukan asesmen
dan melakukan uji kompetensi para pelatih," ungkapnya.
Karena yang paling utama itu adalah para pelatih dan dewan hakim. Sebab kalau pelatih berkualitas, pastinya yang dilatih juga berkualitas. Tantangan kedepan regenerasi para khalifah, karena regenerasi itu penting.
"Bagaimana kita membumikan Al Quran di
Kukar dan mewujudkan generasi yang Qur'ani di Kukar. Kami juga menyiapkan bonus
untuk para khalifah yang berprestasi," tutupnya.(*riz/adv)