Pentingnya Komitmen Semua Pihak Menjaga Populasi Badak Kalimantan
Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Darurat Konservasi Badak di Kalimantan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Kepala Dinas
Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim Ence Ahmad
Rafiddin Rizal,mewakili Gubernur Kaltim mengatakan, Badak Sumatera merupakan salah satu mamalia
yang keberadaannya sangat terancam dikarenakan jumlah populasinya yang kecil,
banyak upaya konservasi badak Sumatera di Kalimantan yang telah dikakukan untuk
menyelamatkan sisa populasi yang ada tersebut.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim, sangat mendukung dalam upaya konservasi badak
Sumatera di Kalimantan Timur, hal ini dibuktikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan
Timur saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Deklarasi Rencana
Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak Kalimamtan, pada Hari Badak Sedunia
2019 di Aula Bina Bangsa Badan Kesbangpol Kaltim.
“Oleh karena itu, Pentingnya komitmen para
pihak dalam melakukan konservasi badak Sumatera, sangatlah diperlukan guna
menjaga kelestarian populasi populasi badak Sumatera di Kaltim yang statusnya
saat ini dikategorikan terancam punah,” tegas E.A Rifidddin Rizal, pada
pembukaan acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Darurat
Konservasi Badak di Kalimantan, yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)
Kaltim, di Hotel Harris Samarinda, Senin (30/5/2022).
Selain adanya komitmen, lanjut Rafiddin juga diperlukan strategi dalam membangun arah
konservasi yang diharapkan, sehingga dalam implementasinya dapat teridentifikasi
sumber-sumber permasalahan apa saja nantinya yang timbul dalam pengelolaan
konservasi badak Sumatera di Kaltim
“Ketika sumber permasalahan atau
kendala-kendala yang muncul dalam implementasi konservasi telah
teridentifikasi, maka perlunya kerja sama para pihak maupun stakeholder terkait
untuk dapat memecahkan segala permasalahan yang timbul dalam upaya pelaksanaan
konservasi Badak Sumatera di Kaltim.
Maka perlunya wadah atau kolaborasi yang tentunya dapat menjadi solusi
dalam pelaksanaan maupun pemecahan permasalahan dalam pengelolaan konservasi
populasi badak Sumatera,” paparnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, lanjutnya,
dan implementasi dari dukungan Pemerintah Daerah Provinsi Kaltim, maka
diperlukan langkah cepat dalam upaya konservasi Badak di Kalimantan Timur ini,
dengan menyusun strategi darurat konservassi badak Sumatera di Kalimantan.
“Maka dari itu, para peserta FGD ini dapat memberikan masukan, ide ataupun gagasan
dalam merumuskan strategi apa saja yang perlu dilakukan dalam upaya konservasi
badak di Kalimantan Timur dan membentuk wadah atau forum kolaborasi dalam
mewujudkan komitmen dan strategi yang telah dibangun,” pinta Rafiddin Rizal
Kepala BKSDA Kaltim Ivan Yusfi Noor
mengatakan tujuan pelaksanaan FGD )
Penyusunan Strategi Darurat Konservasi Badak di Kalimantan adalah menguatkan
komitmen para pihak terhadap penyelamatan
badak di Kaltim, serta menyusun strategi darurat konservasi Badak di Kalimantan dengan
melakukan langkah-langkah apa apa saja dan siapa-siapa saja yang terlibat.
“Selain penguatan komitmen para pihak
terhadap penyelatan Badak Sumatera di Kaltim, tentu yang terlibat nanti
kita harapkan dapat melakukan
aksi-aksi sesusai kapasitas
masing-masing, serta membentuk wadah kolaborasi
untuk mencari solusi dalam pelaksanaan maupun pemecahan permasalahan
dalam pengelolaan konservasi populasi Badak Sumatera di Kaltim,” kata Ivan
Yusfi Noor.(mar)