DPRD Berau Nilai Pelayanan RSUD Abdul Rivai Belum Optimal
Ketua DPRD Madri Pani
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-DPRD
Berau menilai pelayanan RSUD Abdul Rivai belum optimal.Informasi tersebut
berdasarkan laporan masyarakat mengenai standar pelayanan yang belum memenuhi
target.
Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan, ada
beberapa keluhan yang dilaporkan terkait pelayanan oleh rumah sakit tipe C itu.
Diantaranya, antrean yang membludak belakangan ini yang disebabkan oleh
mekanisme pendaftaran pasien yang belum efektif.
Salah satunya, sistem pendaftaran yang
dilakukan secara daring dinilai belum tepat.
Dirinya mengaku, berdasarkan laporan masih
banyak masyarakat yang belum paham terkait dengan pelayanan yang dilakukan
menggunakan aplikasi jaringan internet itu. Alih-alih mempermudah pelayanan
justru malah membuat masyarakat semakin tidak mengerti terhadap sistem
pelayanan itu.
"Tentu, seperti pendaftaran via online
ini belum tepat. Sementara, masih banyak masyarakat yang tidak mengerti
pengoperasian teknologi serta banyak juga masyarakat desa yang tidak memiliki
handphone android," ucapnya, Selasa (31/5/22).
Ia mengatakan, apabila harus dilakukan secara
daring mengingat jarak Kabupaten Berau yang cukup luas tentu harus dilakukan
sosialisasi kepada setiap elemen termasuk masyarakat. Tujuannya, untuk
menjangkau masyarakat hingga pesisir bahkan yang tidak kebagian jaringan
internet.
Ia juga menyoroti penyebab antrian yang
panjang turut disebabkan oleh over kapasitas dari rumah sakit level utama itu.
Hal ini pun menjadi perhatian olehnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Berau untuk fokus membenahi pelayanan dalam rumah sakit yang sudah ada saat
ini.
"Jangan sampai terlalu fokus untuk
membangun rumah sakit tipe B, tetapi rumah sakit yang sudah ada malah
terlupakan. Apalagi ini menyangkut ruang rumah sakit yang sudah overload,"
ujarnya.
Pihak legislatif pun mengklaim, sudah menjadi
tugas Direktur RSUD yang baru saja dilantik itu untuk membenahi blundernya
pelayanan rumah sakit yang sudah ada. Madri meminta, pihak RSUD utamakan
prioritas pelayanan prima untuk pemenuhan kesehatan bagi masyarakat agar tidak
banyak pasien yang dirujuk ke luar daerah.
“Karena ini menyangkut nyawa manusia. Saya
harap ini menjadi tugas bagi mereka. Jangan sampai karena pelayanan yang belum
optimal ini justru memakan korban," imbuhnya.
Sementara, Direktur RSUD, Jusram mengatakan,
pihaknya bersedia untuk membenahi beberapa keluhan terkait pelayanan prima
sebagaimana yang disampaikan oleh DPRD Berau. Termasuk dalam pengadaan alat
kesehatan, Jusram pun mengaku, masih ada beberapa alat kesehatan yang mandek
lantaran belum adanya tenaga sumber daya manusia yang paham dalam pengoperasian
alat tersebut.
"Seperti hemodialisis atau alat cuci
darah itu di rumah sakit sendiri belum memenuhi persyaratan lantaran SDM yang
terbatas. Sementara, jumlah pasien yang membutuhkan hemodialisis selalu
bertambah 3 pasien," katanya
Selanjutnya, dokter spesialis penyakit dalam
di rumah sakit yang sama itu juga menilai, terjadinya antrean pasien yang
membludak di RSUD disebabkan adanya penambahan dokter spesialis yang tidak
diikuti dengan penambahan ruangan yang ada. Ditambah tingginya minat pasien
untuk menempati ruangan kelas VIP.
"Tentu tidak seimbang, memang jumlah
dokter spesialis di RSUD untuk tahun ini sudah bertambah, tetapi kami juga
butuh tambahan ruang isolasi karena yang selama ini terpakai adalah ruang
VIP," jelasnya.
Adapun dirinya menilai prioritas pertama
untuk pemenuhan pelayanan ialah pembenahan sistem pendaftaran serta mekanisme
pelayanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Jusra mengaku bakal mengimbau
setiap tenaga kesehatan untuk tetap memberikan pelayanan terbaik.
"Tentunya prioritas pertama kami adalah
membenahi tata kelola dan sistem pelayanan dimana ini akan seiring dengan
akreditasi rumah sakit ini. Kami bakal saling bersinergi untuk mewujudkan
akreditasi yang baik bagi rumah sakit ini," pungkasnya.(sep)