DKP Eksis Menjaga Wilayah Pesisir Kaltim

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim H Riza Indra Riadi didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut DKP Kaltim M.Ali Aripe mengatakan pelaksanaan acara seremonial Hari Laut Sedunia tahun 2022 memang tidak dilaksanakan secara khusus, namun dalam pelaksanaannya   masuk dalam tugas dan fungsi pengelolaan wilayah pesisir sampai dengan 12 mil.

Jadi Kewenangan provinsi ada pada wilayah pesisirnya, mulai garis pantai sampai 12 mil, jadi kami ada tiga kewenangan di wilayah pesisir tersebut, yaitu pertama pengelolaan wilayah pesisirnya sampai 12 mil,  diluar minyak dan gas bumi, misalnya bagaimana memetakan menzonasi wilayah-wilayah peruntukan diwilayah  pantai sampai 12 mil.

“Kedua   kewenangan untuk penerbitan izin di wilayah pesisir sampai 12 mil, kemudian ketiga bagaimana  memberdayakan sumber daya masyarakat pesisir, itulah kewenangan kita di provins,  kalau disisi wilayah pesisirnya mulai dari garis pantai sampai 12 mil,” tandas Riza Indra Riadi kepada tim Publikasi Biro Adpim Setdaprovkaltim, Kamis (16/6/2022).

Untuk kegiatan  kelautan lain, lanjut Ali Aripe, tentu tidak sebatas peringatan Hari Laut  Sedunia saja, tetapi sebelumnya sudah terprogram di bidang pengelolaan kelautan dan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, seperti Perda No 2  tahun 2021 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), kemudian menerima penghargaan Coastal Award dari menteri KKP.

Selain itu, lanjutnya, juga  selalu mendukung dan mendorong Perda No 2 tahun  2021, serta sudah ditetapkan dua Perda  melalui keputusan Menteri KKP No 87 tahun 2016 tentang kawasan konservasi pulau Derawan dan sekitarnya, kemudian kawasan konservasi di Bontang.

”Dan tahun  ini, (2022) kita mendorong agar dapat ditetapkan oleh Menteri KKP kawasan konservasi di daerah perairan Kabupaten Kutai Kartanegara, dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa ditetapkan, dimana dalam pengelololaannya dikembalikan ke pemerintah daerah. sehingga  pengelolaanya masih di daerah dan itu yang terus kita dorong," ujarnya.

Kemudian kegiatan lainnya, kata Ali Aripe adalah memberikan pengetahuan mitigasi bencana diwilayah pesisir misalkan terkait bencana tsunami dan bencana lainnya.

"Kita  juga bekerjasama dengan BPBD  kabupaten kota di Kaltim,  kemudian melaksanakan rehabilitasi  dengan penanaman mangrove  minimal  5 sampai 7 hektar pertahunnya, dan tahun ini akan dilaksanakan diwilayah  PPU dengan 10 ribu batang mangrove dengan kurang lebih lausannya minimal 4 hektar," terangnya.

Kemudian memberdayakan masyarakat pesisir dengan memberikan pelatihan-pelatihan mengelolah buah mangrove menjadi minuman sirup, maupun membuat dodol dan produk makanan lainnya, kemudian pelatihan pengelolaan limbah sampah plastik menjadi souvenir, maupun pemberdayaan lainnya.

"Jadi  Peringatan Hari Laut sedunia ini, tidak serta merta harus ada kegiatan, namun itu terus berkesinambungan yang memang sudah menjadi tugas dan fungsi kami," tegasnya.(mar).