Solar Subsidi Dibatasi,Bupati Berau Sri Juniarsih Akan Terbitkan SE

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB - Untuk mengendalikan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan membatasi jumlah pembelian solar subsidi per kendaraan. Edaran terkait hal tersebut sudah sampai ke daerah, termasuk di Kabupaten Berau.(8/7/22)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkab Berau, Kamaruddin, Mengatatakan, pihaknya telah menerima Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas Nomor 4/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2029 perihal Pengendalian Penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT). Oleh sebab itu, bupati Berau akan membuat Surat Edaran (SE) sebagai turunan untuk masyarakat pemilik kendaraan.

"Surat tersebut juga ditujukan kepada seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)," ucapnya.

Kendaraan yang dibatasi adalah kendaraan pribadi roda empat dengan jatah 60 liter per hari, angkutan umum orang, atau barang roda empat 80 liter per hari, dan angkutan umum orang atau barang roda enam atau lebih boleh membeli dengan batas200 liter per hari. Seiring dengan banyaknya penyimpangan penggunaan BBM jenis ini di sejumlah wilayah termasuk Berau, langkah-langkah itu untuk mengawasi penyaluran JBT solar subsidi.

"Hal itu dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan energi yang terjangkau bagi masyarakat," tuturnya.

Nantinya pengawasan akan menggunakan kartu kendali. Pemilik kendaraan harus menunjukkan kartu tersebut setiap membeli BBM. Ia menyebut, sudah tercetak sebanyak 3.000 kartu oleh pihak perbankan dan siap dibagikan. Maksimal mengisi satu kali per hari. Sehingga, tidak akan terjadi antrean yang mengular di SPBU.

“Mobil yang khusus pakai solar akan didata plat nomor kendaraannya. Sekarang masih proses kerja sama dengan stakeholder terkait. Paling lama dua bulan ini sudah selesai dan bisa langsung direalisasikan,” ucapnya.

Sebelum melakukan pengisian BBM, petugas akan mendata nomor polisi kendaraan, dan jumlah volume pengisian BBM. Bertahap seluruh SPBU akan menerapkan hal itu.

"Karena tidak menutup kemungkinan kendaraan dari luar daerah mengisi BBM di Berau,” pungkasnya.(sep)