Masyarakat Sambut Baik Rencana Pembangunan Rumah Sakit di Muara Badak
Tokoh
Pemuda Kecamatan Muara Badak yang kini menjabat sebagai Ketua DPK KNPI Muara
Badak Muhammad Habibi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum di Kecamatan Muara Badak disambut baik
oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan dengan keberadaan Rumah Sakit telah diharap
lama.
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah itu
sendiri rencana bakal dibangun di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.
Tokoh Pemuda Kecamatan Muara Badak yang juga menjabat sebagai Ketua DPK KNPI Muara Badak Muhammad Habibi mengatakan, selama
ini masyarakat Muara Badak yang ingin berobat dirujuk ke Rumah Sakit di
Samarinda, yang jarak tempuhnya sekitar 1 jam.
"Tentu kami sangat bersyukur dengan
adanya rencana pembangunan Rumah Sakit tersebut, sehingga masyarakat kita yang
ingin berobat tidak jauh jauh ke Samarinda atau Bontang," kata Muhammad
Habibi kepada Poskotakaltimnews, Rabu (10/8/2022).
Menurutnya, dengan adanya Rumah Sakit di
Muara Badak, dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas kesehatan,
khsususnya di 2 Kecamatan, yakni Muara Badak dan Marang Kayu.
"Pesan kami, semoga Rumah Sakit ini
segera dibangun, karena sektor kesehatan ini sangat penting, dan fasilitas dr
segi alat medis memenuhi standar Rumah Sakit," ucapnya.
Sementara itu Kepala Desa Tanjung Limau
Burhan Pribadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, bahwa pada 2023 ada
rencana pembangunan Rumah Sakit di Muara Badak.
"Penantian masyarakat menginginkan
adanya rumah sakit sudah lama, sejak Bupatinya Syaukani, hingga saat ini
pembangunan Rumah Sakit tersebut sangat diharapkan masyarakat," ujar
Burhan Pribadi.
Kata dia, pada 2023 mendatang ada pembangunan
fisik Rumah Sakit tersebut. Pemerintah desa berharap pembangunan Rumah Sakit
pada 2023 jangan ditunda, karena hal ini sangat vital, dibutuhkan masyarakat.
Dengan adanya Rumah Sakit Muara Badak, tentu
mempermudah masyarakat yang ingin berobat, menyerap Sumber Daya Manusia baik
itu Dokter maupun lainnya, dan meningkatkan perekonomian masyarakat juga.
"Perkembangan ekonomi pasti jauh lebih
baik jika ada Rumah Sakit, SDM yang lulusan kesehatan bisa diutamakan pada Rumah
Sakit tersebut," ungkapnya.
Secara terpisah, Plt Kepala Bappeda Kukar
Vanesa Vilna menuturkan, pada 2023 mendatang Pemkab Kukar akan membangun Rumah
Sakit tipe C, dengan luasan sekitar 5 Hektare, dengan rincian luasan bangunan
sekitar 5.244 meter persegi, dan lantai dasar sekitar 4.141 meter persegi.
"Untuk tahap awal memerlukan anggaran
Rp. 65 Milliar, namun pada APBD Perubahan 2022 dan 2023 baru dianggarkan 10
Milliar untuk tahapan land clearing (pematangan lahan)," jelas
Vanesa Vilna.
Ia berujar, pada 2023 akan dianggarkan
sekitar Rp. 39 Milliar dari rencana Rp. 68 Milliar. Kekurangan ini akan
disesuaikan dengan pada saat penyusunan APBD 2023, dengan memperhitungkan
kapasitas rill keuangan daerah dengan mencari sumber sumber penerimaan lain.
Sementara rencana pembangunan Rumah Sakit,
pada 2021 telah dilakukan Rivew Feasibility study (FS) dan master plan, pada
2022 ada penetapan lokasi DED, Amdal, Andalalin, dan pematangan lahan.
Kemudian, pada 2023 akan dilakukan pembangun
RSUD, dan pengadaan alat kesehatan tahap pertama, pada 2024 rekrut SDM, dan
pengadaan alat kesehatan tahap dua.
"Ditargetkan 2024 bisa selesai, itu
sesuai dengan harapan Bupati Kukar," pungkasnya.(*riz/adv)