BUMD Kukar Ikut Kelola Pandu Tunda Lalu Lintas Air

img

Direktur PT Tunggang Parangan Awang Lutfi

POSKOTAKALTIMNEWS.COM KUKAR-Melalui Badan Usaha Milik Daerah Pemkab Kukar yakni PT Tunggang Parangan, turut dilibatkan terkait dengan pengelolaan pandu-tunda arus lalu lintas air.

Bupati Kukar Edi Damansyah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, bahwa selama ini kewenangan tersebut bukan kewenangan Kabupaten Kukar, namun hal ini BUMD Tunggang Parangan dilibatkan untuk pengelolaan pandu tunda.

"Hal ini kita pantau saja bagaimana kedepannya. Tentu ini sangat berpotensi karena tiap hari ada lalu lalang kapal, dan tujuannya juga untuk meminimalisi insiden selama ini," kata Edi Damansyah, di Tunggang Parangan, belum lama ini.

Ia mengatakan, selama ini jembatan di Kukar sering tersenggol oleh kapal besar. Maka dari itu Pandu tunda sangat penting untuk menghindari hal itu.

"Hal ini merupakan suatu kemajuan yang baik," ungkapnya.

Sementara itu Direktur PT Tunggang Parangan Awang Lutfi menambahkan, pandu telah beroperasi sejak Agustus ini. Berkaitan dengan ini ada dua hal, yakni Pandu dan Assis.

"Kalau pandu itu kapal kecil, kalau asis kapal beserta tougboatnya. Khususnya di Tenggarong pandu sudah beroperasi, dan bulan depan asisnya juga beroperasi," ujar Awang Lutfi.

Menurutnya juga, hal ini sangat berpotensi, sebab setiap bulannya ada ratusan kapal yang melintas, kapal yang melintas tersebut, tentu dikenakan tarif. Tarif tersebut ditentukan oleh Pelindo dan Ksyahbandaran Otoritas Pelabuhab (KSOP) Samarinda.

"Aturannya 100 persen dikelola oleh Pelindo, kita dapat limpahan tergantung dari negosiasinya seperti apa. Sementara potensi yang didapat di Tenggarong sekitar Rp. 500 juta hingga 1 milliar setiap bulan," pungkasnya.(*riz)