Upaya Tingkatkan PAD, Komisi II DPRD Kukar Gelar RDP Hadirkan Sejumlah OPD Terkait
RDP yang dilaksanakan Komisi II DPRD Kukar.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR.
DPRD Kukar melalui Komisi II, mengundang pihak pihak terkait untuk melakukan
Rapat Dengar Pendapat (RDP), terkait dengan pajak dan retribusi dalam upaya
peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi II Sopan
Sopian, didampingi anggota DPRD Kukar Firnadi Ikhsan, dan dihadiri Kepala
Bappenda Kukar Bahari Joko Susilo, perwakilan Dishub Kukar, dan Satpol PP
Kukar.
Sopan Sopian mengatakan, sebagai tugas dan
fungsi Komisi II, yakni mempunyai hak untuk pengawasan, budgeting dalam
keuangan daerah. Dalam hal ini bagaimana upaya untuk meningkatkan PAD Kukar.
"Bahwa selama ini Kukar selalu terbuai
dengan Dana Bagi Hasil (DBH), kita harus menggali potensi daerah, dan bisa
berdiri sendiri, tidak mengharapkan dari DBH saja," kata Sopan Sopian
kepada Poskotakaltimnews.
Ia menyebutkan, meskipun potensi tersebut
nilainya kecil, jika hal itu dikumpulkan dan dikelola dengan baik, tentu
nilainya sangat luar biasa. Kukar memiliki banyak potensi dalam hal peningkatan
PAD.
"Selain retribusi parkir, masih banyak
potensi lainnya untuk bisa meningkatkan PAD, diantaranya dari pajak PBB, sarang
burung walet, kalau walet itu sebenarnya dari pajak bangunan saja, bukan dari
hasil penjualan sarang walet," sebutnya.
Hal ini harus menjadi perhatian bersama,
bagaimana daerah, memperhatikan terkait dengan PAD, dan juga berpesan kepada
pemerintah daerah, agar memperhatikan OPD apa saja yang mempunyai potensi PAD.
"Tentunya Sumber Daya Manusia (SDM), dan
semangat giat bekerja dimaksimalkan, Kita himbau kepada masyarakat, agar
masyarakat sadar untuk membayar pajak, baik itu PBB maupun yang lainnya,"
ungkapnya.
Sementara itu Bahari Joko Susilo menuturkan,
dengan adanya RDP merupakan hal yang baik, sebab selama ini berkaitan dengan
PAD jarang dibahas. Semoga kedepan bisa bekerja sama antara pemerintah daerah
dengan DPRD Kukar, untuk menggali potensi PAD.
"Selama ini kita sudah melakukan
asistensi terhadap beberapa OPD yang berkaitan dengan PAD, contoh dari Dishub
Kukar, kita petakkan bagaimana potensi mereka," ujar Bahari Joko Susilo.
Dirinya mengakui, target target pajak daerah
masih rendah, sehingga kedepan perlu didorong data pajak daerah ini, dengan
memperbaiki data data yang ada.
"Selama ini tercatat ada wajib pajak
diluar PBB, ada sekitar 8000, dan yang aktif dalam membayar pajak hanya 1600,
nah masih banyak sisanya yang tidak membayar pajak, kita belum tahu status
mereka, apakah bisnisnya masih berjalan atau tidak," ucapnya.
Hal ini perlu dipastikan kembali, dengan
berkolaborasi dengan DPRD, untuk mengoptimalkan PAD Kukar.(*riz/adv)