Pro-Kontra Kenaikan Tarif Harga Air Bersih Perumda Air Minum Batiwakkal

img

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau Wendy Lie Jaya.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB - Wacana kenaikan tarif harga air bersih menimbulkan pro-kontra dibeberapa kalangan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau Wendy Lie Jaya.

Dikatakannya, meskipun ada yang menolak, namun sebagian besar warga juga ada yang mendukung kebijakan yang diambil Dirut Perumda air minum Batiwakkal itu. Namun dirinya menyarankan agar dilakukan diskusi secara terus menerus sehingga harapanya, semua bisa dapat memahami.

"kita ingin mengupas lebih dalam atau mengkaji secara ilmiah berkaitan dengan tarif air PDAM ini, tetapi bagaimana kita mau mengkaji, sebab sebelumnya, data-data tidak ada serta faktanya", katanya Wendy Lie kemarin

Menurut Wendy, selain dengan dibutuhkan keterbukaan pengelolahan, melihat dipengelolahan PDAM ini, kami menduga masi ada hal-hal yang sebetulnya masih bisa di efesiensi. sehingga, akan berpengaruh dengan FCRnya.

“Kalau misalnya ini sudah dimaksimalkan dan ternyata tidak tercapai FCRnya maka tidak ada jalan lain, tarif air tetap wajib dinaikkan", imbuhnya.

Wendy pun mengungkapkan, bahwa dari fraksinya, sepakat dipastikan menolak kenaikan tarif air bersih, dikarenakan sebagai bagian Ketua Pansus, sangat mengerti didalam internal PDAM.

"Sebagai bagian ketua Pansus, kami sepakat untuk menolak kenaikan tarif air bersih ini, karena kami mengerti didalam internal PDAM ini seperti apa", tandasnya. (advetorial/sep)