SMAIT AS Showah Berau Berhasil Laksanakan SKN di Kampung Kasai
Kepala Kampung Tahang berfoto bersama anak asuhnya M Farhan Nadzriel dan orang tua kandungnya Posko 11.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Walau masih duduk dibangku kelas XI semua murid SMA Islam Terpadu (IT) Ash
Showah sudah mengikuti kegiatan Sekolah Kerja Nyata (SKN) atau bila dikampus
perkuliahan dikenal Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Terbukti saat semua para pelajar itu harus terjun
bermasyarakat ternyata bisa sukses menjalankan tugasnya layaknya seperti
mahasiswa melaksanakan KKN, kendatipun statusnya masih pelajar. Gambaran itu
terlihat dari kegiatan penutupan dan penjemputan sebanyak 42 anak murid
angkatan VII tahun 2022 dilaksanakan di Kampung Kasai Kecamatan Pulau
Derawan, Sabtu 29/10/2022 lalu .
Suasana haru mewarnai kegiatan penjemputan
puluhan pelajar kurang lebih 1 bulan berada di Kampung Kasai , dari 12 Posko
atau 12 orang tua asuh diantaranya termasuk Kepala Kampung Tahang menjadi orang
tua asuh kelompok 11. Rata-rata semua
orang tua asuh sama pemyampaian aspirasinya berat melepas semua anak asuhnya
saat dijemput orangtuanya pada hari itu, bersyukur bisa diberi kesempatan
mendidik anak sholeh dan sholeha menjadi keberuntungannya.
“Kami bangga bisa mendidik mereka walau hanya
1 bulan, kami sangat bangga hadirnya mereka masjid selalu penuh dan mereka
sangat membantu kegiatan dikampung,”jelas Badrun salah satu orang tua asuh yang
juga ketua RT3.
Kepala Kampung Tahang menjelaskan sangat tersentuh dengan program SKN, memang
terdapat perbedaan KKN yang tingkatan
mahasiswa sementara SKN ini anak di titipkan keorang tua asuh untuk belajar
hidup. Orang tua asuh yang memiliki mata pencarian berbeda ini akan menjadi
tempat belajar bagi siswa. “Tak hanya belajar adaptasi dengan orang tua siswa
juga dituntut mengabdikan ilmunya kepada masyarakat mulai dari mengajar di
PAUD, SD, SMP, atau melatih kesenian mereka. Hal ini menurut beliau program
yang sangat menyentuh,”jelas Tahang
Untuk
dikethaui Kampung Kasai dipilih menjadi lokasi SKN tahun ini dengan berbagai
pertimbangan baik potensi kampung, ekonomi, budaya, keagamaan dan potensi
lainnya. Ustadzah Ririn Astriani,S.Pd,G.r menyampaikan bahwa SKN ini merupakan
program yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan.
Mendidik generasi bangsa tak bisa hanya dibebankan kepada institusi sekolah
tetapi juga masyarakat berperan besar membentuk karakter anak bangsa.
“Sekolah hanya sebentar dan kelak mereka akan
menjadi anggota masyarakat sesungguhnya. “SKN juga sebagai saran percepatan
kepemimpian siswa dengan melihat langsung kondisi masyarakat. Menemukan masalah
dan belajar mengambil keputusan,”jelas Ririn.
Sementara untuk program yang terlaksana hasil
SKN tambahnya, dari ketiga bidang yaitu bidang keagamaan,pendidikan,ekonomi
kreatif bisa menampilkan menghafal juz 30 dan mengaktifkan Irma,mengajar ngaji
dan tahfidz,bazar . Untuk bidang
pendidikan bisa menampilkan seperti tari kreasi,jepen,puisi,story telling
,pidato,mc,teater,dongeng. Sementara ekonomi kreatif membuat pentol
udang,kerupuk udang,kaldu udang. (sep)