Yadi Sofyan Noor: Lahan Pertanian Berkurang 90 Ribu Hektar per Tahun
Ketua Umum KTNA Nasional Ir HM Yadi Sofyan Noor SH.
PEMANFAATAN lahan untuk sektor industri dan perumahan yang demikian tinggi, membuat areal pertanian yang ada semakin berkurang dan tiap tahun areal pertanian di Indonesia berkurang sebanyak 90 ribu hektar tiap tahunnya. Hal ini harus segera diantisipasi dengan serius, karena bila tidak, Indonesia akan kekurangan lahan pertanian yang akhirnya membuat berkurangnya pasokan pangan.
Demikian ditegaskan Ketua Umum KTNA ( Kontak Tani Nelayan Andalan ) Nasional Ir HM Yadi Sofyan Noor SH, di depan civitas Academica Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Rabu (23/11) lalu di ruang Rapat Rektorat Unmul dalam Kuliah Umum.dan Diskusi Ketahanan Energi dan Ketahanan Pangan, yang diselenggarakan KTNA, Pemprov Kaltim dan Unmul.
Ditambahkan Yadi Sofyan, kehilangan lahan pertanian itu karena sektor industri dan perumahan memanfaatkan lahan pertanian yang ada dan itu mencapai luasan lahan sebanyak 150 ribu hektar tiap tahunnya.
" Sementara pihak pemerintah hanya mampu mencetak lahan pertanian sebanyak 60 ribu hektar pertahun. Ini jelas tidak seimbang, sehingga lahan pertanian begitu besarnya. Yang akhirnya akan mengurangi jumlah produksi secara signifikan," papar Yadi Sofyan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, KTNA merasa bertanggung jawab atas ketersediaan pangan yang ada dan terus berupaya mengingatkan pihak pemerintah agar tidak melakukan tindakan yang sifatnya bisa merugikan kalangan petani.
Ditekankan Yadi Sofyan, untuk saat ini produksi pertanian, utamanya beras bisa dikatakan mencukupi bahkan melimpah, karena produksi beras Indonesia surplus hingga 1, 33 juta ton.
"Produksi beras yang melimpah tersebut, hendaknya tidak membuat kita lengah, KTNA akan terus berupaya memenuhi kebutuhan beras yang ada. Jangan sampai kita kekurangan beras," tegas Yadi Sofyan yang juga lulusan Fakultas Pertanian Unmul angkatan 1980.
Untuk mengatasi persoalan yang ada itu KTNA menggebrak kegiatan agar swa sembada beras berkelanjutan, yaitu melakukan insfrastruktur pertanian yang meliputi bangunan fisik pendukung pengembangan sektor pertanian yaitu membangun waduk, embung hingga irigasi sekunder dan tersier yang memadai. Membentuk kelembagaan petani seperti Kelompok Tani, Gapoktan, Asosiasi Komoditas Pertanian, menggiatkan penyuluhan dan aplikasi tehnologi pertanian, mengusahakan permodalan pertanian dan pemasaran hasil pertanian.
"KTNA akan berusaha sebagai operator sehingga bisa mengangkat harkat hidup kehidupan para petani pada tatanan yang layak dan sejahtera," tegas Yadi Sofyan Noor.(hoesin kh)