Oddang Sebut Proyek DAS Ampal Seperti Proyek Mangkrak
Syarifuddin
Oddang
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
BALIKPAPAN -
Pengerjaan DAS Sungai Ampal yang memakan anggaran sebesar Rp 136 miliar melalui
multiyears terkesan mangkrak, pasalnya kurang lebih 3 bulan berjalan proyek
yang seharusnya sudah mencapai 10 persen kini baru 0,9 persen.
Sementara target progres pekerjaan fisik
hingga akhir Desember yang seharusnya 32 persen tetapi kenyataan dilapangan
baru terealisasi 0,9 persen.
"Ada sesuatu hal yang tidak beres,
intinya pelaksana kontraktor dilapangan tidak jelas. Kita datang disini belum
ada pekerja di mega proyek ini," ucap Anggota Komisi III DPRD kota
Balikpapan Syarifuddin Oddang kepada awak media, Rabu (16/11/2022).
Berbicara tentang aturan, DPRD sebagai
pengawas mempertanyakan sudah sejauh mana progres pengerjaannya dengan anggaran
yang telah dikeluarkan sebesar Rp 17 Miliyar.
"Apakah DPU sudah berikan teguran,
infonya sudah, tetapi pihak kontraktor berdalih tidak mengetahui," jelas.
Sementara untuk langkah-langkah yang harus
ditempuh sesuai aturan, maka sebaiknya DPU memutuskan kebijakan sehingga jangan
sampai pengamprahan anggaran sudah diambil, tetapi progresnya tidak ada.
"Saya yakin dengan berakhirnya anggaran
multiyears di 2023 sebesar 136 Milyar di enam titik mustahil bisa
terpenuhi," akui.
Melihat kondisi dilapangan, kurangnya pekerja
dan peralatan dilapangan tentu dinilai kurang mendukung. Karena seharusnya
pekerja dilakukan oleh ratusan orang tetapi ini hanya 11 orang. Pekerjaan PL
aja melibatkan puluhan orang, apalagi proyek miliaran seperti ini.
"Intinya saya pesimis proyek ini bisa
melampaui target," terangnya.
Menurutnya, ini sangat menakjupkan, karena
anggaran sebesar Rp 17 miliar sudah di ambil di PPK, tetapi hasilnya diluar
dugaan. Jika nanti tidak bisa melampaui target maka akan ada sanksi yang
diterima oleh kontraktor.
"Kita lihat usulan dari konsultan dan DPU, progres seperti apa dan selanjutnya berikan teguran tertulis dan ambil keputusan, dan diberikan tengang waktu seminggu untuk menyelesaikan, saya yakin 99 persen tidak akan berjalan," imbuhnya.
Sedangkan untuk diperumahan Wika seperti
proyek mangkrak, yang ditinggal tanpa pengawasan. Jadi jangan salahkan
masyarakat jika mereka berdemo karena tidak sesuai dengan sosialisasi yang
telah dikemukakan. (adv)