Atasi Masalah Gizi Memerlukan Aksi Lintas Sektoral
Pertemuan Edukasi Gizi Seimbang di Semua Tatanan Tingkat Provinsi Kaltim tahun 2022,
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Upaya mengatasi
masalah gizi memerlukan aksi lintas sektoral, karena disebabkan oleh faktor
multi dimensi, penyebab langsung adalah
asupan makan yang tidak memadai dan penyakit infeksi yang berulang. Semua
faktor ini dipengaruhi oleh faktor tidak langsung seperti salah satunya adalah
rendahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang di masyarakat.
“Sehingga
penanggulangan masalah gizi harus didukung bersama-sama pemerintah
daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, media massa, masyarakat umum, dan
lainnya. Hal ini semua dilakukan agar penurunan stunting dapat dipercepat dan
dapat terjadi secara merata di seluruh wilayah Provinsi Kaltim,” kata Kapala
Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim H Jaya Mualimin, saat membuka Pertemuan Edukasi Gizi Seimbang di Semua
Tatanan Tingkat Provinsi Kaltim tahun 2022, di Hotel Mercure Samarinda, Jumat
(2/12/2022).
Jaya
menambahkan, upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana disebutkan
dalam Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bertujuan untuk
meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui
perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan
akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan
teknologi.
“Arah perbaikan program gizi tahun 2020 –
2024 diantaranya perbaikan pola
konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi seimbang, perbaikan perilaku sadar gizi, aktivitas
fisik dan kesehatan, peningkatan akses
dan mutu pelayanan gizi sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi, peningkatan
kewaspadaan pangan dan gizi,” tandasnya.
Menurut Jaya, status gizi masyarakat
merupakan salah satu penentu keberhasilan memperoleh SDM yang berkualitas di
masa yang akan datang, sementara itu perkembangan masalah gizi (stunting, gizi
kurang, dan gizi lebih) dibeberapa daerah masih belum menunjukan hasil yang
dapat menunjukan keadaan keberhasilan yang menggembirakan.
“Prevalensi masalah gizi makro dan gizi mikro
masih tinggi dari standar. Faktor kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama
Kehidupan (HPK), pengetahuan tentang gizi di masyakat, pola asuh dan ekonomi
masyarakat merupakan faktor utama penyebab masalah gizi, terutama
stunting,”uajrnya.
Mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah
(RSJD) Atma Husada Mahakam Kaltim itu mengharapkan pertemuan Edukasi Gizi
Seimbang di Semua Tatanan ini, bukan
hanya dilakukan pada hari ini saja, tetapi tetap dilakukan secara kontinue.
“Semoga kegiatan
ini menjadi momentum untuk saling
berinteraksi dan bersinergi dalam rangka mewujudkan generasi muda yang sehat,
bugar, produktif, kreatif dan inovatif serta berprestasi. Terima Kasih juga
kepada semua lintas sektor, mohon keseriusannya dalam rangka upaya percepatan
penanggulangan stunting di Provinsi Kaltim,”pesan Jaya Mualimin.(mar)