Realisasi APBD 2022 Dinas PU Kurang Maksimal, Baru 62 Persen
Kepala
Dinas PU Kukar Wisnu Wardhana
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Realisasi atau serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022, yang
berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar mencapai sekitar 62 persen. Sementara
tak lama lagi akan tutup buku, 2022.
Kepala Dinas PU Kukar Wisnu Wardhana
mengatakan, realisasi APBD dari laporan terakhir baru 62 persen, semoga pada
akhir tahun ini bisa mencapai sekitar 80 persen penyerapan APBD 2022.
"Kalau tahun lalu penyerapannya sekitar
88 persen, kalau bisa tahun ini sama dengan tahun lalu, atau bisa juga lebih
sedikit dari tahun lalu," kata Wisnu Wardhana kepada awak media, belum
lama ini.
Dengan penyerapan APBD kurang maksimal, tentu
dapat menimbulkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), Silpa yang
ditumbulkan 2022 ini dari Dinas PU sekitar 10 persen.
"Dengan capaian target sekitar 80
persen, tentunya yang menjadi silpa sekitar 10 persen. Jadi kedepan kami akan
memaksimalkan penyerapan anggarannya pada 2023," sebutnya.
Sementara yang menyebabkan terjadinya Silpa
yakni, kurangnya keterpaduan dan keselarasan program yang masih minim
terorganisir dengan maksimal. Sehingga menjadi kendala pada penyerapan APBD.
"Memang kendala kami dalam pemrogram
pembangunan dari tahun ke tahun agak kesulitan, dari optimalisasi dan perpaduan
itu sendiri," ungkapnya
Ia juga menyebutkan, APBD yang belum bisa
terserap secara maksimal, karena suatu kegiatan belum bisa dimaksimalkan pada
awal tahun, hal ini disebabkan juga karena keterlambatan pengesahan APBD Kukar.
"Maka dari itu, bahwa keterpaduan dan
keselarasan itu penting, baik dengan OPD yang memiliki sektor unggulan, maupun
dengan DPRD Kukar," tuturnya
Lanjut dia, pada 2022 ini anggaran Dinas PU
Kukae sekitar Rp. 900 milliar, dengan 900 kegiatan pekerjaan. Sementara APBD
Kukar pada 2023 mendatang sangat besar, sehingga pada 2023 Dinas PU ada beberapa
kegiatan yang lumayan besar.
"Seperti pembangunan Pasar Tangga Arung,
yang nilainya diatas 100 milliar, dan rumah sakit Muara Badak. Untuk tahun ini
kebanyakan anggaran Dinas PU digunakan untuk perbaikan dan pembangunan
jalan," tutupnya.(riz)