Kualitas Pendidikan Masih Timpang, Ini Harapan Salehuddin
Salehuddin
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR- Anggota Komisi IV
DPRD provinsi Kaltim Salehuddin S.Sos,S.Fil,M.AP mengakui, bahwa saat ini masih
ada ketimpangan kualitas pendidikan di Kaltim, terutama di Kukar.
Kualitas pendidikan di wilayah perkotaan atau
di ibukota Kabupaten cenderung jauh lebih baik dibandingkan dengan
wilayah-wilayah kecamatan, ataupun desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan.
Menurut Salehuddin, kualitas pendidikan
terutama diwilayah Kukar antara Ibukota Kabupaten di Tenggarong dan Kecamatan
lainnya memang ada beberapa yang kualitasnya jauh berbeda, justru itu beberapa
hal yang perlu kita benahi adalah sarana dan prasarana, kemudian juga akses
sekolah, alat bantu peraga pendidikan dan tidak kalah pentingnya adalah
keberadaan guru dan tenaga pendidiknya.
"Tentunya hal ini menjadi pekerjaan
rumah (PR) bagi Pemerintah Provinsi Kaltim bagaimana beberapa hal ini menjadi
prioritas, katakanlah misalnya ada beberapa sekolah yang jauh dari Ibukota
Kabupaten Kukar sangat berbeda jauh kualitas pendidikannya, " tuturnya.
Maka lanjut politisi Golkar tersebut, untuk
mengejar ketimpangan kualitas pendidikan sebenarnya kami telah mendorong
peningkatan jumlah Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda). Termasuk juga
penyediaan mobil operasional untuk kepala sekolah, terutama untuk daerah-daerah
terluar.
"Bahkan pihaknya juga sudah mendorong
peningkatan jumlah BOSDA sekaligus juga mobil operasional Kepala Sekolah
terutama untuk daerah-daerah yang memang jauh dari Ibukota Kabupaten, "
imbuhnya.
Ia mencontohkan, misalnya diberlakukan BOSDA
dan zonasi, untuk zonasi disesuaikan misalnya sekolah yang lebih jauh dari
akses Ibukota Kabupaten maupun provinsi itu BOSDA nya ditingkatkan lagi.
"Sedangkan untuk sarana dan prasarananya
juga menjadi prioritas termasuk guru dan tenaga pendidiknya yang selama ini
memang kita kekurangan, dan ini menjadi konsen yang wajib bagi Pemerintah
Provinsi Kaltim dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim untuk
perlu peningkatan dalam bidang pendidikan, " paparnya.
Ia menambahkan, pelan tapi pasti dari sisi
pembiayaan kami Pemerintah Provinsi Kaltim punya komitmen, buktinya di tahun
ini hampir 3,5 Triliun rupiah kita anggarkan untuk pendidikan di Kaltim, dan
semoga ini menjadi hal pokok tadi termasuk pemerataan kualitas pendidikan
antara Ibukota Kabupaten dengan beberapa daerah di Kecamatan lain.
"Termasuk bagaimana menghadirkan tenaga
pendidiknya, termasuk juga terkait dengan operasional ini menjadi konsen kita.
Saya berharap dengan apa yang telah kita lakukan ini, beberapa permasalahan
tadi bisa kita benahi. Sehingga pemerataan kualitas pendidikan bisa segera
terwujud, " tutup Saleh.(adv/pk)