Aplikasi RBPK Pemkab Kukar Diapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

img

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Terobosan Pemerintah Kutai Kartanegara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kutai Kartanegara dengan menghadirkan  Aplikasi Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK) mendapat apresiasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada saat lomba aplikasi penghargaan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 lalu.

Aplikasi RBPK merupakan aplikasi yang bertujuan dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kukar, dalam aplikasi tersebut terdapat beberapa program sasaran, dengan data sasaran masyarakat yang sudah terverifikasi.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna melalui Kabid Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri mengatakan, aplikasi RBPK tersebut masuk 6 besar dari peserta lainnya. Adapun aplikasi yang masuk 6 besar diantaranya Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan (Simnangkis) dari Blora Kabupaten Jawa Tengah.

Kemudian, Jakarta Kini (Jaki) dari DKI Jakarta, Data Go dari Magelang Jawa Tengah, RBPK dari Kukar, Sistem Informasi Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (Sintagelis) dari Jawa Timur, dan Sistem Informasi Desa (SID) dari Bokong Kabupaten Kupang.

"Alhamdulillah RBPK mendapat apresiasi, artinya upaya yang dilakukan selama ini bisa memberikan manfaat untuk orang banyak, khususnya dalam penanganan kemiskinan," kata Saiful Bahri kepada Poskotakaltimnews, Jum'at (31/3/2023).

Sementara aplikasi RBPK ini telah berjalan dengan baik, dalam aplikasi tersebut ada 15 program sasaran sebagai upaya pengentasan kemiskinan di Kukar. Penanganan kemiskinan di Kukar menjadi perhatian bersama, dalam hal ini pemerintah daerah berkolaborasi dengan pihak perusahaan dan stakeholder lainnya.

"Arahan dari Bappenas terkait RBPK ini yaitu, terkait dengan integrasi antara data mikro dan makro, data data itu dihubungkan dengan data by name by adress, jadi selama ini data itu belum tersaji di sistem," ungkapnya.

Dirinya berharap, aplikasi RBPK ini bisa menjadi yang terbaik, dan menjadi referensi data dalam penanganan kemiskinan, sehingga program yang direalisasikan bisa tepat sasaran.(riz/adv)