Perusahaan Sawit dan Pertambangan Harus Bertanggungjawab atas Banjir Besar di Kaubun dan Muara Ancalong
Sekretaris
Komisi A DPRD Kutai Timur Basti Sangga Langi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI TIMUR- Sekretaris
Komisi A DPRD Kutai Timur Basti Sangga Langi prihatin terhadap bencana banjir
bandang yang baru-baru ini menimpa Kecamatan Kaubun maupun Muara Ancalong.
Diduga, bencana ini akibat dari perusahaan sawit dan pertambangan yang
beroperasi disekitar dua kecamatan tersebut.
Tidak tanpa sebab politikus PAN itu berkata
demikian, melainkan karena Kaubun maupun Muara Ancalong tak pernah dilanda
banjir seganas dan separah ini. Aktivitas sawit dan pertambangan dinilai merusak
keseimbangan lingkungan.
Berdasarkan hal itu, wakil rakyat dari daerah
pemilihan (dapil) Sangatta Utara ini meminta bantuan pemerintah untuk memanggil
semua perusahaan sawit dan pertambangan yang beroperasi disekitar Kaubun maupun
Muara Ancalong.
Perusahaan diharapkan bertanggungjawab dan
peduli pada masyarakat atas bencana banjir yang terjadi pada Senin (8/5/2023)
lalu. Pasalnya, bencana ini sudah menyebabkan kerugian besar bahkan memakan
satu korban jiwa di wilayah Kecamatan Kaubun.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten
Kutai Timur juga diharapkan untuk bisa tegas memberikan peringatan keras pada
pihak perusahaan. Seharusnya, sudah ada proses evakuasi atas permasalahan yang
merugikan masyarakat ini. Selain itu, perusahaan harus memikirkan langkah akhir
pasca banjir yang terjadi.
"Pemerintah harus memanggil perusahaan
untuk menuntut pertanggungjawaban mereka atas banjir dan penanganan setelah
banjir," ujarnya, Rabu (10/5/2023).
Basti Sangga Langi benar-benar berharap agar
pemerintah bisa memastikan perusahaan untuk bertanggungjawab penuh atas
kejadian yang menimpa banyak warga di Kecamatan Kaubun dan Muara Ancalong.
"Kejadian susah seperti ini, harus tegas
pada perusahaan," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur lanjut Basti
Sangga Langi, juga harus memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang
terdampak banjir, serta memikirkan jangka panjang penanganan banjir di dua
wilayah ini.
"Bantuan sosial segera disalurkan dan
harus ada solusi atas masalah ini," paparnya.(ADV)