Pengangkatan P3K Jangan jadi Masalah Baru Bagi Honorer Kukar
Rapat dengar pendapat Komisi IV DPRD Kukar membahas terkait pengangkatan P3K Kukar.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Tahun 2023 ini dipastikan Kutai Kartanegara mendapatkan jatah formasi pengangkatan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sekitar 3000 kuota, baik
tenaga pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis. Pengangkatan P3K Kukar
diharapkan mengurai persoalan tenaga honorer Kukar, sehingga tidak akan
memunculkan masalah baru bagi honorer di Kutai Kartanegara.
“Pengangkatan P3K baik untuk tenaga pendidik maupun tenaga
kesehatan yang dibuka untuk Kukar, jangan menjadi masalah baru bagi tenaga
honorer di Kukar.” Ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kukar Baharuddin saat Rapat
Dengar Pendapat (RDP) membahas masalah pengangkatan P3K, diruang rapat Komisi
IV, Selasa (6/6/2023).
Ia mengharapkan jangan sampai penerimaan P3K
yang begitu besar ternyata yang menikmati justru orang dari luar Kukar.
Khusus tenaga pendidik formasi itu berdasarkan Dapodik di masing masing
sekolah, sehingga untuk kontrolnya tenaga pendidik di Kukar.
Bertambahnya tenaga pendidikan khusus P3K di
Dinas Pendidikan, bisa mengatasi kekurangan-kekurangan tenaga pendidik
khususnya di daerah-daerah terpencil dan terjauh. Maka DPRD menekankan kepada
Dinas Pendidikan jangan sampai penerimaan begitu besar ini nanti malah menjadi
penumpukan di daerah-daerah tertentu.
Sementara untuk P3K tenaga kesehatan, dari
pembahasan RDP sedikit ada pemahaman yang berbeda, karena sistem yang dibuka
ini sesuai dengan petunjuk dari pusat yaitu, semi tertutup penerimaannya.
"Tapi hal ini bukan berarti kita
menerima secara langsung dari pusat, kita berupaya bagaimana menemukan formasi
yang tepat, tentunya ini semua untuk kebaikan Kutai Kartanegara
kedepannya," ungkapnya.
Maka dari itu sebagai tindaklanjut dari
pembahasan ini, DPRD Kukar akan mengundang kembali Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan memanggil tenaga ahli
dari masing masing untuk membahas unik unik yang ada di daerah ini.
"Kalau mengangkat tenaga dari luar,
artinya tenaga honorer kita tidak berkurang malah bertambah, kita akan
mengakomodir semua kepentingan-kepentingan ini, yang jelas kita ingin
kesempatan itu diberikan luas kepada warga masyarakat Kutai Kartanegara,"
sebutnya.
Dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, Baharuddin
didampingi anggota Komisi IV diantaranya Ahmad Zulfiansyah, Andi Faisal,
dihadiri Kepala BKPSDM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan
Kukar.(adv/riz)