Pengembangan Infastruktur Kota Tenggarong Sebagai Pusat Sejarah dan Budaya
Plt Kepala Bappeda Kukar Vanesa Vilna
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA- Kota Tenggarong merupakan ibukota Kabupaten
Kutai Kartanegara. Kota dengan luas mencapai 398 km2 menjadi pusat sejarah dan
budaya. Pemerintah Kutai Kartanegara terus melakukan penataan infastruktur
untuk mendukung kemajuan Kota Tenggarong, sehingga wilayah ini akan menjadi
salah satu distinasi unggulan diwilayah Kalimantan Timur.
Berbagai penataan akan dilakukan pemerintah, untuk mendukung pengembangan Kota Tenggarong, diantaranya melakukan penataan pinggir Sungai Mahakam.
"Sungai memiliki potensi sebagai icon sejarah dan budaya Kukar, penataan sungai Tenggarong sebagai titik awal pusat kota Tenggarong. Tidak hanya penataan sungai saja tapi juga harus terintegrasi dengan pengembangan kota Tenggarong," kata Plt Kepala Bappeda Kukar Vanesa Vilna kepada Poskotakaltimnews, Jum'at (9/6/2023).
Pemkab Kukar saat ini tengah melakukan kajian
terkait dengan pengembangan wisata Tenggarong, kajian awal dilakukan bersama
Universitas Tarumenegara.
"Adapun strategi penataan yakni integrasi
zona zona kegiatan utama seperti zona budaya, pariwisata, olahraga, perdagangan,
pemerintahan, dan CBD," sebutnya.
Kemudian, penataan koridor jalan sisi sungai
mahakam sebagai mean stret kota Tenggarong, yang menghubungkan zona zona
tersebut. Selanjutnya penataan area sungai Mahakam sisi kiri Pulau Kumala sebagai
zona olahraga dan festival.
Dan pembangunan jalur jalan sekunder yang
melingkar kawasan pusat kota, sebagai jalur trasportasi publik dan arah
pembangunan masa depan.
Ia juga menyebutkan, rencana program kegiatan
pengembangan kota Tenggarong diantaranya ialah, penataan kawasan tepian sungai
Tenggarong sebagai koridor pariwisata sejarah budaya yang meliputi pematangan
master plan dan DED, pembangunan segmen 1 2 3, pendampingan transformasi
penghuni tepian sungai yang nantinya menjadi tempat ekraf, dan pembentukan
badan pengelola.
Penataan kawasan sungai Mahakam sebagai
kawasan mean street Tenggarong dengan rincian kegiatan yakni, penyususunan
studi pariwisata tepian sungai Mahakam, penyusunan master plan dan DED penataan
kawasan tepian sungai Mahakam.
Progam selanjutnya adalah revitalisasi Pulau
Kumala sebagai zona utama pariwisata kota, dengan melakukan penyusunan
visioning dan resevioning dan master plan pariwisata Tenggarong.
Kemudian pengembangan zona budaya dan
olahraga, dengan rincian kegiatan studi peningkatan kualitas ruang kota yang
menghubungkan zona budaya, sejarah, olahraga, dan pendidikan.
"Pengembangan wilayah sisi timur sungai
Mahakam, dengan kegiatan penyusunan RDTR kawasan olahraga sisi timur,"
ungkapnya.
Dirinya berharap, Kota Tenggarong jadi tempat
yang nyaman bagi wisatawan, Tenggarong juga menjadi daerah transit, dan ini
harus dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
"Jika banyak wisatawan yang datang
maupun nginap di Tenggarong, akhirnya dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat," tutupnya.(adv/riz)