Listrik Belum Dinikmati Masyarakat Dua Desa di Kecamatan Loa Janan
Anggota Komisi III DPRD Kukar Ahmad Yani saat memimpin rapat dengar pendapat
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Permasalahan listrik di Desa Batuah dan Tani Harapan, Kecamatan Loa Janan
menjadi perhatian serius DPRD Kukar,
sebab hingga saat ini desa tersebut
belum teraliri listrik.
Permasalahan tersebut telah lama terjadi,
sementara masyarakat desa tersebut bisa menikmati listrik hanya pada malam
hari, menggunakan diesel desa maupun punya masyarakat masing masing.
Atas permasalahan tersebut, DPRD Kukar menggelar
Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak terkait seperti Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), PLN, maupun pihak perusahaan, untuk
mencari solusi terbaik.
Rapat dipimpin Anggota Komisi III Ahmad Yani,
yang berlangsung di ruang Banmus DPRD Kukar, Selasa (13/6/2023).
Ahmad Yani mengatakan, urusan penerangan
listrik menjadi kebutuhan vital, karena menyangkut hajat orang banyak, maka
dari itu hal ini menjadi perhatian bersama baik pemerintah daerah, PLN, maupun
pihak perusahaan yang beroperasi pada wilayah tersebut.
"Urusan ini tidak boleh ditunda tunda,
dan menjadi beban kita semua. Persoalan listrik ini hanya persoalan klasik di
PLN, karena hanya persoalan tiang, kabel, dan infratruktur lainnya,"
katanya.
Sementara alasan PLN belum bisa dipasang
jaringan listrik diwilayah tersebut karena, mempertimbangkan nilai ekonomisnya.
Sebab mereka menilai belum terlalu banyak penduduk diwilayah tersebut.
"Sebenarnya kalau dipasang jaringan
listrik terlebih dahulu, pasti banyak warga yang membangun atau bertempat
tinggal di wilayah tersebut," sebutnya
Dalam hal ini, DPRD Kukar mendorong pihak
perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut turut berpartisipasi,
terhadap pemasangan jaringan listrik untuk masyarakat.
"Dari kesiapan perusahaan, perusahaan
siap berkolaborasi membantu pemasangan jaringan listrik. Misal 1 perusahaan
bisa membantu 1 hingga 2 KM, kan pasti terselesaikan permasalahan ini," ucapnya.
Ia menyebutkan, banyak perusahaan sektor
tambang batu bara yang beroperasi di wilayah tersebut siap membantu,
diantaranya ada perusahaan Kutai Energi, PT. Trisensa, PT. Karya Putra Borneo,
PT Komunitas Bangun Bersama, dan PT. Bara Multi Harapan.
"Kita akan mengadakan RDP pekan depan
sebagai tindak lanjut ini, untuk memfinalkan permasalahan listrik yang selama
ini terjadi," tuturnya.
Dirinya meminta permasalahan ini bisa
diselesaikan dalam waktu 1 hingga 2 bulan kedepan, kalau hanya mengandalkan sumber
APBD bisa lama, maka dari itu didorong melalui CSR Perusahaan.
"Kita harap jangan lama lama, kasihan
masyarakat kita tidak bisa menikmati jaringan listrik 24 jam," tutupnya.(riz/adv)