Progres Pembangunan Fisik Capai 35,46 Persen, Serapan Anggaran jadi Perhatian Bersama

img

Plt Kepala Bappeda Kukar Vanesa Vilna

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Minimnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023, menjadi perhatian bersama, agar realisasi APBD 2023 bisa berjalan dengan optimal.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna mengatakan, capaian kinerja pada semester pertama berdasarkan realisasi program kegiatan yakni, realisasi keuangan atau APBD 2023 mencapai 23,67 persen, untuk realisasi fisik sekitar 35,46 persen, dan realisasi pelaksanaan mencapai 52,88 persen.

"Untuk realisasi tersebut dibanding dengan 3 pekan lalu pada saat pra rakordal memang ada peningkatan 5 hingga 10 persen," kata Vanesa Vilna kepada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Selasa (11/7/2023).

Menurutnya, pada semester pertama dengan waktu 6 bulan untuk realisasi pelaksanaan sekitar 52,88 persen sudah cukup baik, dan hal ini terus berprogres. Artinya untuk realisasi pelaksanaan ini tidak ada masalah.

"52,88 persen itu sudah baik, karena berjalan 6 bulan diatas 50 persen itu baik. Realisasi APBD yang paling tinggi ada di Dispora dan Kecamatan Muara Wis, sedangkan yang paling minim ada di Dinas PU dan Kecamatan Kembang Janggut," ucapnya.

Sementara untuk kegiatan besar seperti yang dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, ketika kegiatan tersebut telah selesai dan melakukan pengajuan pencairan, pastinya serapannya bisa tinggi.

"Anggaran Dinas PU sendiri sekitar Rp1,2 triliun, kalau mereka melakulan pencairan 25 persennya saja itu sudah terserap banyak," tuturnya.

Ia juga menyampaikan arahan Bupati Kukar terhadap penyerapan APBD Kukar ialah, pihak ketiga terus menyampaikan progres kegiatannya dan melakukan penagihan.

"Karena uangnya ini sudah ada dan siap, kita menunggu proses pencairan saja. Yang menjadi kendala mungkin di proses administrasi," pungkasnya.(riz/adv)