PAD Sektor Perikanan Kukar Tak Jelas, Edi: Kita Harus Maksimalkan PAD dari Segala Sektor
TENGGARONG. Plt Bupati Kukar Edi Damansyah bertekad untuk memaksimalkan potensi perikanan di Kukar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia melihat hasil perikanan di kawasan hulu mahakam saat ini dibawa ke Samarinda dan Balikpapan.
“Hasil perikanan berupa
ikan kering dari Kota Bangun kerap dibawa ke Samarinda dan Balikpapan. Ada truk
menunggu di sana yang siap angkut hasil perikanan di beberapa desa sekitar
danau,” kata Edi.
Ia juga pernah menjumpai
belut dari Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, diangkut kendaraan untuk dibawa ke
Balikpapan, selanjutnya langsung terbangkan ke Singapura. “Kami sampaikan ke
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan agar hasil perikanan ini bisa dipotensikan.
Ini salah satu yang harus kita optimalkan,” ujarnya.
Ia tak memungkiri,
selama ini hasil perikanan di Kukar juga dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI)
di Selili Samarinda.
“Kita harus persiapkan
ini ke depan, khusus wilayah Kukar ada fasilitas seperti itu (TPI). Saya sudah
sampaikan pada rekan-rekan OPD yang menangani itu, termasuk camat. Kita nggak
ada pilihan lain, selain bagaimana kita harus bekerja keras untuk meningkatkan
PAD,” kata Edi.
Menurutnya, potensi PAD
harus dioptimalkan. Kondisi saat ini, lanjut Edi, Dana Bagi Hasil (DBH) belum
stabil sehingga harus ada penguatan untuk meningkatkan potensi PAD di semua
sektor, termasuk sektor perikanan.
Edi juga sempat
berdiskusi dalam forum rapat kerja kepala desa. Desa diberikan kewenangan dalam
pengelolaan potensi di wilayahnya melalui BUMDes yang ditetapkan dalam
peraturan desa.
“Ini terus kita dorong
bagaimana ke depan potensi yang ada betul-betul dikelola dengan baik, seperti
BUMDes di Loa Kulu, Muara Enggelam, Sumber Sari dan Sungai Payang,” tuturnya.
Edi mengatakan, BUMDes
di 4 lokasi tersebut tergolong maju karena kepala desanya kreatif dengan
memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. Mereka juga membangun komunikasi
dan koordinasi dengan perusahaan sawit sehingga menciptakan peluang usaha yang
bisa dikelola oleh BUMDes.
“BUMDes di Kukar ini
sudah bergerak, tinggal penguatan saja, kita imbau pada dunia usaha sektor
apapun di Kukar, diminta bantu BUMDes dalam pengembangan usaha. Pihak perbankan
juga bisa bantu dalam hal pemberian kredit permodalan usaha,” kata Edi.
Dia berharap BUMDes yang
berada di sekitar kawasan pertanian menjadi salah satu pengendali harga di
petani. Sehingga hasil pertanian bisa dibeli di BUMDes. Namun ini tak luput
dari kerja sama BUMDes, pihak perbankan dan Bulog.
“Selama ini kita
terbiasa didukung APBD yang kemampuannya stabil. Kondisi sekarang (defisit)
betul-betul menjadi pembelajaran, kita ambil hikmahnya dan bagian dari motivasi
untuk makin giat bekerja. Bagaimana kemampuan yang ada ini dapat mendongkrak
pendapatan,” ucapnya. aji/poskotakaltimnews.com