Pemotongan Hewan Kurban di Berau Meningkat Sebanyak 2.078 Ekor

img

Distanak mencatat pemotongan hewan pada Hari Raya Idul Adha lalu sebanyak 1.469 ekor sapi dan 609 kambing.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau mencatat pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha pada 29 Juni lalu sebanyak 1.469 ekor sapi dan 609 ekor kambing.

Menurut, Kepala Distanak Berau, Junaidi, jumlah tersebut lebih banyak dari tahun lalu sebanyak 1.641 ekor terdiri dari 1.181 sapi dan 460 kambing.

“Peningkatan itu terjadi di merata di seluruh kecamatan dan itu juga menandakan ekonomi semakin membaik,” jelasnya.

Sementara, data pemasukan sapi dari luar daerah juga mengalami peningkatan. Yakni sebanyak 1.489 ekor sapi, dan kambing 558 ekor. Adapun hewan-hewan tersebut diimpor dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi.

“Kebanyakan pelaku usaha mendatangkan sapi dan kambing dari sana karena zona hijau PMK,” ungkapnya.

Kendati begitu, hewan ternak lokal juga tidak kalah diminati. Meskipun jumlahnya tidak sebanyak hewan ternak dari luar daerah.

Junaidi memastikan semua hewan kurban yang dipotong dalam keadaan sehat dan aman dikonsumsi masyarakat. Tidak ada yang terkena PMK, LSD maupun antrak. Penyakit hewan terbak yang baru-baru ini menggemparkan jagat maya.

Dokter Hewan Distanak Berau, Iwan Kadianto menambahkan, untuk pemeriksanaan ante mortem atau sebelum dipotong dipastikan tidak ada gejala klinis penyakit hewan menular atau zoonosis.

Sedangkan untuk pemeriksaan postmortem atau setelah dipotong ditemukan beberapa cacing hati pada organ hati hewan kubran. Tindak lanjutnya yakni hati yang rusak tersebut dibuang ayau dikubur. Dan bagian hewan yang lain masih bisa dikonsumsi.

“Penemuan hati yang rusak itu juga hanya terdapat pada 2 sapi. Tidak banyak jadi yang lain masih aman semua,” tutupnya. (sep)