DPRD Gelar Rapat Paripurna Laporan Banggar dan Persetujuan Raperda Pertanggung Jawaban APBD 2022
Rapat Paripurna DPRD Kutai Kartanegara
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
DPRD Kukar menggelar rapat paripurna ke 10 massa sidang III terkait laporan Badan
Anggaran dan Persetujuan bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban
Pelaksanaan APBD 2022.
Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD
Kukar Abdul Rasid, didampingi Wakil Ketua DPRD Kukar H Alif Turiadi, Siswo
Cahyono, dan dihadiri Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin, yang berlangsung di
ruang rapat paripurna, Senin (26/7/2023).
Penyampaian laporan Badan Anggaran (Banggar)
dan persetujuan bersama terhadap raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD
2022 tersebut disampaikan oleh anggota DPRD Kukar Hamdan.
Hamdan mengatakan, realisasi APBD 2022
sekiatr 130,14 persen dari anggaran sebesar Rp. 5,7 trilliun. Realisasi tersebut
lebih dari target yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) yang realisasinya
mencapai Rp. 560 milliar.
Kemudian, realisasi pendapatan transfer yakni
6.764 miliar, dan realisasi target yang telah ditetapkan Rp. 5,2 milliar, serta
lain lain pendapatan yang sah yakni Rp. 111 milliar.
"Untuk belanja daerah 2022 tingkat
keseluruhan mencapai 6.475 milliar atau sama dengan 83 persen dari anggaran
6.558 milliar," kata Hamdan
Sementara anggaran tersebut diperuntukkan
untuk belanja pegawai, jasa, subsidi, hibah, bansos dan lain lain. Kemudian
realisasi belanja transfer sebesar Rp. 621 milliar atau 99,54 persen dari
anggaran Rp. 624 milliar.
Pada kesempatan tersebut, ada beberapa
catatan dari seluruh fraksi di DPRD Kukar kepada pemerintah daerah. Diantaranya
fraksi Golkar menyoroti terkait dengan data kemiskinan di Kukar yang hanya
turun 0,03 persen dari tahun sebelumnya.
Kemudian, kasus stunting di Kukar 17,3 persen
dari target 14,6 persen, dan kualitas pembangunan infrastruktur, baik gedung,
jalan dan jembatan yang rusak.
"Maka dari itu fraksi Golkar meminta
kepada pemerintah daerah, dapat memperhatikan hal tersebut," ucapnya.
Adapun dari fraksi Gerindra memberikan
catatan berkaitan dengan inflasi dan angka pengangguran di Kukar. Fraksi
Gerindra meminta kepada pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan pihak dunia
usaha untuk membuka lowongan pekerjaan.
Sementara dari fraksi PDIP memberikan
apresiasi atas capaian pemerintah daerah terhadap pelaksanaab APBD 2022, namun
dari capaia tersebut bisa dijadikan pelajaran untuk melakukan perbaikan pada
tahun berikutnya.
"Untuk Fraksi PKB meminta kepada
pemerintah daerah agar dapat mengatasi dampak lingkungan, akibat bencana maupun
lubang tambang," jelasnya
Selain itu, fraksi PAN memberikan catatan terkait
dengan tingginya Silpa, sehingga PAN meminta agar Silpa tersebut dapat
digunakan untuk peningkatan SDM, peningkatan proyek kesehatan, pembangunan dan
pengembangan infrastruktur di Kukar.
"Untuk fraksi P3PKS memberikan catatan
terkait dengan angka pengangguran, sehingga hal ini dapat memperhatikan soal
data datanya," ungkapnya
Sedangkan fraksi Nasdem Hanura Perindo (NHP)
memberikan catatan terkait dengan tingginya inflasi di Kukar, sehingga NHP
meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan dasar.
Sementara itu Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid
menuturkan, dari penyampaian laporan Banggar tersebut, maka hal ini dapat
disetujui bersama.(riz/adv)