Akibat Cuaca Panas, Lahan Pertanian di Kukar Terancam Gagal Panen
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Taufik
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Cuaca panas yang melanda di Kabupaten Kutai Kartanegara beberapa akhir ini,
sangat berdampak pada sektor pertanian. Akibat dari cuaca panas tersebut,
sebagian lahan pertanian mengalami kekeringan sehingga berpotensi gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan
(Distanak) Kukar Muhammad Taufik mengatakan, dari informasi yang diterima
Distanak bahwa baru di desa Jembayan yang lahan pertaniannya mulai kering.
"Ini faktor alam tidak ada yang tahu,
maka dari itu untuk antisipasinya kami meminta kepada para petani bisa membuat
kolam, yang pemanfaatannya untuk pengairan lahan pertanian mereka," kata
Muhammad Taufik kepada media, di Bappeda Kukar, Senin (7/8/2023).
Ia juga menyadari, kapasitas kolam itu
berskala kecil, berbeda dengan embung. Paling tidak dengan adanya kolam, lahan
pertanian tidak kering atau kekurangan air.
"Kita juga minta para petani untuk
mengikuti program asuransi, program asuransi ini harus ditingkatkan. Karena
apabila petani terjadi gagal panen, bisa diupayakan untuk asuransi
taninya," tuturnya.
Dari cuaca panas yang terjadi hingga saat
ini, ada sekitar 18 ribu hektare lahan pertanian yang terancam kekeringan,
jangan sampai akibat dari kekeringan harga pangan di Kukar alami kenaikan.
"Biasanya kalau bahan pangan mulai
menipis itu alami kenaikan harga, kami terus berupaya agar itu tidak terjadi.
Dari pemerintah daerah juga sudah berupaya dalam penanganan inflasi,"
ucapnya.
Dirinya berharap, cuaca dengan suhu tinggi di
Kukar ini tidak berlangsung lama, sehingga tidak terjadi kekeringan dan gagal panen.(riz)