P2TP2A Siapkan Psikolog Untuk Sumiati Korban Penganiayaan PNS Kukar
TENGGARONG, Sumiati (18) korban penyekapan dan penganiayaan oknum
PNS Kukar dan suami sirinya (HN-EX) Kini kondisinya masih dalam perawatan
setelah mengalami luka lebam di bagian paha, lengan kiri, leher, kedua mata dan
punggung kiri.
Menyikapi kasus tersebut , Ketua Pusat Pelayanan Terpadu
Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kutai Kartanegara, Faridah menjenguk
korban yang kemarin masih dirawat secara intensif di RSUD AM Parikesit
Tenggarong Seberang. "Kami akan menyiapkan psikolog dalam waktu 2-3 hari
ke depan buat Sumiati untuk memulihkan traumanya pasca tindak kekerasan yang
dialaminya." Ujarnya.
Dikatakanya, saat ini pihak rumah sakit masih fokus memulihkan
luka-luka lebam di wajah dan beberapa bagian tubuhnya. "Sebelumnya, saya
dan staf saya pergi ke rumah korban di Desa Margahayu dan Kantor Desa. Kades
membawa korban ke RSUD sejak tadi malam (kemarin malam) karena mengeluhkan
sakit kepala terus. Sehingga korban menjalani opname di RSUD AM
Parikesit." Katanya .
Mengatahui hal tersebut Faridah langsung bergeser ke RSUD AM
Parikesit dan ia pun mengaku prihatin melihat kondisi Sumiati yang penuh bekas
luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Korban didampingi ibu dan kakaknya.
"Saat ini kami hanya bisa memberikan pelayanan sesuai yang dibutuhkan
korban. Sementara ini kondisi fisiknya sedang ditangani petugas rumah sakit,
termasuk luka lebam. Ada bekas benturan di kepalanya yang perlu segera
ditangani dan diobati,” ujarnya. Faridah juga tidak banyak bertanya terkait
kasus yang menimpa Sumiati, mengingat korban masih mengalami trauma
berat.
Selain itu, saat ini korban selalu trauma melihat mobil putih,
maklum sebelum disekap, korban dijemput paksa salah satu tersangka dengan
menggunakan mobil putih Pajero Sport plat nomor B 46 AJP. Kami bersyukur korban
cepat diselamatkan pihak kepolisian.
Kini P2TP2A akan terus memantau korban sampai kondisinya pulih
dan memberikan bantuan untuk pemulihan traumanya. “Tadi ibu korban kelihatan
sangat sedih melihat nasib anaknya yang mengalami penganiayaan,” ujarnya
UPT P2TP2A yang berada di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan
& Perlindungan Anak siap melakukan pendampingan terhadap Sumiati. Ia
mengaku iba dengan nasib Sumiati yang mengalami kekerasan dari mantan
majikannya. Apalagi korban sempat dipukul dengan sepatu high heels ke bagian
wajah dra/poskotakaltimnews.com