Narasumber Talkshow Jendela Negeri, Sekda Sri Paparkan Potensi Kaltim
Sekda Sri Wahyuni
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Sekretaris Daerah
Provinsi Kaltim Dra. Sri Wahyuni.MPP
menjelaskan sebagai daerah
penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Provinsi Kaltim sudah memiliki beberapa kawasan industri yang
potensial untuk transformasi perekonomian, yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK) di
Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, Kawasan
Industri di Bontang dan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan
(KEK MBTK) di Kutai Timur.
“Keberadaan kawasan industri tersebut
diharapkan menjadi pusat-pusat industri
hilirisasi di Kaltim, yang juga
nanti terkoneksi dengan IKN Nusantara,” terang Sri Wahyuni saat menjadi
narasumber Talkshow Jendela Negeri (News Magazine TVRI Nasional, di Ruang
Sekdaprov Kaltim, Rabu (12/10/2023).
Pengembangan di daerah penjangga IKN Nusnatara, lanjut Sri Wahyuni, memang memerlukan proses dan komitmen dari pemerintah provinsi dan daerah didalam mengeluarkan kebijakan.
“Oleh karena itu, melalui kajian
kewilayahan tentang bagaimana
kawasan-kawasan tersebut dibangun,
misalnya food estete atau industri pangan yang ada di
Bulu Minung di PPU yang potensian, kemudian bagaimana pengembangannya
disana, sehingga sengan kajian kewilayahaan akan dihasilkan rekomendasi yang
akan dilakukan provinsi dan kabupaten didalam pengembangan pangan di Kaltim,”
tandasnya.
Kalimantan Timur sebagai daerah pendukung (penyangga) IKN
lanjut Sri Wahyuni selain terus mengelola sumber daya alam tidak terbarukan,
juga mengembangkan sumber daya alam terbarukan yang saat ini potensinya sangat
besar. Seperti program pertanian dalam
arti luas, baik perkebunan, kelautan dan perikanan, juga peternakan dan kehutanan.
"Semuanya kita terus kembangkan dalam
mendukung IKN, terutama dalam ketersediaan pangan warganya," ujarnya.
Selain
sektor tersebut, lanjut Sri
Wahyuni, Provinsi Kaltim juga memiliki
potensi disektor pariwisata,
khususnya ecotourism, dimana Provinsi Kaltim memiliki banyak tujuan dan potensi
wisata mulai dari wisata laut, hutan, sungai hingga warisan budaya adat
Kalimantan Timur.
“Destinasi wisata Pulau Maratua serta pulau-pulau sekitarnya,
seperti Pulau Kakaban, Sangalaki, Derawan , Kaniungan potensi keindahan bawah lautnya tidak kalah
dengan distinasi di daerah lainnya. termasuk 10 kabupaten lainnya di Kaltim
juga memiliki destinasi wisata yang luar biasa,” tandasnya.
Sri Wahyuni juga menjelaskan Provinsi Kaltim
sangat mendukung dan peduli terhadap pembangunan hijau dan penurunan emisi
karbon. Kaltim merupakan provinsi yang peduli terhadap pembanhunan hijau dan
penurunan emisi karbon. Dan Pemprov
Kaltim telah ditunjuk pemerintah Pusat menjadi lokasi pilot projek penurunan
emisi berbasis jurisdiksi, melalui program FCPC-Carbon Fund.
"Program FCPF-CF di Kaltim
implementasinya telah berjalan baik. Sebagai bukti, Kaltim menerima 110 juta
USD dari Bank Dunia," jelas Sri Wahyuni.(mar)