DPRD Kaltim Dorong BUMD Maksimalkan Potensi Tambang dan Migas
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Peluang keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam industri tambang dan migas dinilai masih sangat besar di Kalimantan Timur. DPRD Kaltim mendorong agar BUMD lebih aktif mengambil peran, terutama dalam kegiatan turunan yang dapat langsung berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi II DPRD Kaltim,
Firnadi Ikhsan, menyebutkan bahwa selama ini banyak potensi ekonomi dari
industri sumber daya alam yang belum dimaksimalkan oleh BUMD.
“Harapannya
pekerjaan-pekerjaan turunan dari industri ini bisa dimaksimalkan oleh BUMD
kita. Tentunya dengan skema dan standar yang dibicarakan bersama, agar
kontribusi terhadap PAD semakin signifikan,” jelas Firnadi, Selasa
(01/07/2025).
Beberapa aktivitas turunan
yang dimaksud meliputi jasa bongkar muat, penyediaan sarana dan prasarana,
serta layanan logistik di sekitar kawasan pertambangan dan migas. Ia menekankan
pentingnya kesiapan teknis dan koordinasi agar peluang tersebut benar-benar
bisa digarap oleh perusahaan daerah.
Sebelumnya, Gubernur
Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mendorong kolaborasi antara BUMD dan pengusaha
tambang maupun migas. Menurut Gubernur, keterlibatan BUMD sangat diperlukan
agar daerah tidak hanya menjadi lumbung kekayaan alam, tetapi juga turut
menikmati hasilnya.
Firnadi menilai bahwa
inisiatif Gubernur tersebut layak mendapat dukungan penuh, karena menyentuh
langsung akar persoalan pengelolaan kekayaan daerah yang selama ini kurang
berpihak pada kepentingan lokal.
“Kita mendukung sepenuhnya
pernyataan Pak Gubernur yang meminta pengusaha tambang dan migas untuk turut
serta membangun Kalimantan Timur melalui kerja sama dengan BUMD kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, BUMD
sebagai komponen dasar pembangunan harus didorong untuk mengambil peran nyata
dalam mendukung fiskal daerah, apalagi di tengah ketergantungan pada dana
transfer pusat yang tinggi.
“Mengoptimalkan peran BUMD
sangat penting sebagai komponen dasar pembangunan. Karena itu, pernyataan Pak
Gubernur patut kita sambut dengan semangat, bukan hanya oleh BUMD, tetapi juga
oleh seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Menurutnya, kolaborasi ini
juga menjadi momentum untuk mereformasi tata kelola sumber daya alam agar lebih
berpihak kepada kepentingan masyarakat Kaltim sendiri.
“Sinergi ini bisa
menjadi kunci agar Kaltim mampu mengelola kekayaan alamnya secara lebih adil
dan berkelanjutan. Kita ingin daerah ini tidak hanya menjadi lumbung SDA
nasional, tapi juga kuat secara ekonomi lokal,” pungkasnya.(Adv)