DPRD Kukar Targetkan RPJMD 2025–2029 Rampung Awal November

img

(Ketua Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) M. Andi Faisal/Pic:Tanty) 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar, M. Andi Faisal, menegaskan bahwa pembahasan RPJMD 2025–2029 ditargetkan rampung dan disahkan melalui rapat paripurna pada awal November 2025.

Hal itu disampaikan Andi Faisal saat diwawancarai awak media usai memimpin rapat Pansus RPJMD yang digelar di Ruang Banmus DPRD Kukar, Senin (20/10/2025).

“Kita targetkan maksimal di awal November sudah bisa diparipurnakan. Pokoknya sebelum pengesahan APBD Murni 2026, RPJMD ini sudah harus disahkan,” tegasnya.

Menurutnya, percepatan pembahasan ini penting agar seluruh program yang akan dianggarkan dalam APBD 2026 memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak menyalahi ketentuan administrasi.

“Secara administrasi tidak mungkin program bupati kita tuangkan anggarannya tapi alas haknya belum ada. Jadi mudah-mudahan, kita juga minta doa restu teman-teman semua agar RPJMD ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Andi Faisal juga mengungkapkan bahwa dalam rapat Pansus tersebut, pihaknya masih menemukan sejumlah hal yang perlu dikoreksi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Koreksi dilakukan agar setiap program yang dimuat dalam RPJMD selaras dengan regulasi yang lebih tinggi dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Banyak hal tadi kita koreksi dari beberapa OPD, karena jangan sampai ada yang bertentangan dengan aturan di atasnya, atau malah program yang mubazir dan tidak tepat sasaran,” jelasnya.

Terkait jadwal pembahasan, Andi Faisal yakin seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu. Ia menegaskan, meskipun waktu tersisa cukup sempit menjelang batas akhir pengesahan APBD Murni 2026 yang jatuh pada 30 November 2025, pihaknya siap bekerja ekstra.

“Kita melihatnya 2026 sampai 2030, jadi pengesahan APBD Murni itu maksimal 30 November 2025. Saya rasa masih mampu, walau harus kerja ekstra,” pungkasnya. (Adv/Tan)