Ketua DPRD Kukar Desak Pemanfaatan Terminal Jonggon Agar Lebih Optimal
Ketua DPRD Kukar, Ahmad
Yani.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di tengah upaya menata ruang kota dan meningkatkan pemanfaatan aset publik, Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani kembali menyoroti keberadaan Terminal Jonggon Tenggarong. Ia menilai terminal tersebut belum memberikan fungsi optimal sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Yani menyampaikan bahwa terminal seharusnya menjadi simpul mobilitas yang hidup, bukan sekadar bangunan yang berdiri tanpa aktivitas berarti. Karena itu, ia menekankan pentingnya kejelasan arah pemanfaatan terminal, terutama jika kondisi lapangan memang membuat fungsi awalnya sulit dijalankan.
“Kalau memang saat ini sulit
mencari angkutan umum, tentu fungsinya bisa diubah. Tapi harus jelas ke arah
mana,” ujar, Ahmad Yani, pada Sabtu (15/11/2025).
Menurutnya, salah satu opsi yang cukup realistis adalah menjadikan Terminal Jonggon sebagai titik keberangkatan bus perusahaan. Dengan banyaknya perusahaan yang beroperasi di Kukar dan kebutuhan antar-jemput karyawan yang terus meningkat, terminal dianggap memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali melalui pola pemanfaatan tersebut.
“Jangan sampai terminal ini dibiarkan tidak tertata atau tidak difungsikan dengan baik, apalagi lokasinya strategis di tengah kota. Pengelolaannya harus profesional,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar Junaidi mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah memulai langkah awal. Dishub, kata dia, telah mengajukan rencana revitalisasi Terminal Jonggon untuk tahun anggaran 2026.
Usulan revitalisasi ini tidak hanya bertujuan membenahi bangunan dan fasilitas, tetapi juga memperluas fungsi terminal agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Fungsinya tetap sebagai terminal, tapi ke depan juga akan digunakan untuk angkutan pelajar hingga mendukung aktivitas pelaku UMKM, jika usulannya disetujui pemerintah daerah,” jelas Junaidi.
Dengan berbagai rencana yang mulai disusun, harapannya Terminal Jonggon tidak lagi sekadar menjadi bangunan yang sunyi, melainkan ruang hidup yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan mobilitas bagi warga Tenggarong dan sekitarnya.(adv)