Kamarur Zaman Dukung Arsip Yupa Disetujui Jadi Memori Kolektif Bangsa

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kamarur Zaman memberikan dukungan penuh atas upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) mendaftarkan arsip Prasasti Yupa Muara Kaman dijadikan Memori Kolektif Bangsa (MKB) di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Sangat mendukung semoga upaya bersama yang dilakukan melalui festival yang baru saja sukses terlaksana di Museum Lesong Batu Muara Kaman bisa menjadi momentum agar arsip yupa bisa tercatat menjadi Memori Kolektif Bangsa,” ucap Kamarur Zaman kepada media ini, Rabu (19/11/2025).

Politikus Golkar ini menegaskan, Muara Kaman memang sudah terkenal dengan wisata religi, khususnya bagi masyarakat umat Hindu dari seluruh penjuru negeri selalu berkeinginan berbondong-bondong melakukan perjalanan spiritual ke Muara Kaman. Sehingga ketika arsip Yupa nantinya disetujui untuk menjadi MKB, maka akan memberikan dampak positif bagi semuanya, tidak hanya bagi Kecamatan Muara Kaman saja tapi juga Kukar bahkan Kaltim.

“Nantinya semua mata dunia tertuju di Muara Kaman, semoga saja arsip Yupa bisa disetujui menjadi Memori Kolektif Bangsa,” tegas Kamarur Zaman yang asli berasal dari Muara Kaman ini.

Seperti diketahui pada 17-19 November 19 ini, Diarpus Kukar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Pemerintah Kecamatan menyelenggarakan festival bertajuk “Memory of Yupa”. Festival ini merupakan bagian dari upaya pendaftaran prasasti Yupa sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Hadir langsung Ketua Dewan Pakar Komite MKB Mukhlis PaEni beserta tim dan oleh pihak panitia difasilitasi dalam perjalanan menuju Muara Kaman menggunakan Kapal Wisata Pesut Bentong berangkat dari Pelabuhan Museum Mulawarman, Tenggarong Senin (17/11/2025).

Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti menjelaskan dalam perjalanan menyusuri Sungai Mahakam ke arah Muara Kaman, turut membersamai dari berbagai perwakilan tokoh penggiat literasi, penggiat budaya, duta wisata, duta budaya, kaum akademisi, komunitas pecinta lingkungan, para seniman dan awak media.

 “Festival ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan warisan Kutai kepada masyarakat luas. Kita usulkan prasasti Yupa kepada pemerintah pusat untuk diajukan sebagai warisan dunia, memori kolektif bangsa,” katanya.

Festival ini dibuka resmi oleh Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Muara Kaman, Senin (17/11/2025) malam. Pada festival ini Diarpus Kukar menampilkan berbagai arsip dan data terkait sejarah Yupa sebagai bagian dari dokumen pengajuan ke ANRI.(adv)