Sinergis Ekonomis Tinggi

img

(Dadang Sudarya bersama Kepala BI Kaltim Tutuk Cahyono)

 

SAMARINDA- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kaltim Dadang Sudarya bersama Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim Tutuk SH Cahyono melakukan peninjauan serta pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kelompok Ternak Sapi Damar Wulan Kecamatan Mugirejo, Kota Samarinda, Rabu (22/7/2020).

Diakui Dadang Sudarya bahwa kunjungan sekaligus pertemuan dengan seluruh anggota kelompok ternak Damar Wulan sebagai bentuk pembinaan bagi kelompok-kelompok ternak sapi di daerah.

"Sinergitas kita bersama BI dalam pembinaan kelompok ternak sapi, termasuk kelompok ternak penggemukan Damar Wulan ini," ujar Dadang Sudarya usai peninjauan di Poktan Ternak Damar Wulan Samarinda.

Disebutkannya, perkembangan usaha penggemukan sapi di Kaltim cukup pesat dan peluang pemasaran besar pula. Terlebih disaat menjelang Idul Adha atau hari raya kurban. Dimana, semakin tingginya demand atau permintaan masyarakat terhadap hewan kurban.

Walaupun kondisi pandemi Covid-19 saat ini, ungkap Dadang, ternyata tidak mempengaruhi kebutuhan masyarakat untuk beribadah kurban, berupa sapi maupun kambing. Terbukti pasar penjualan ternak Poktan Damar Wulan.

"Jumlah sapinya ada 258 ekor dan yg sudah terjual 222 ekor (86 persen) masih sisa 36 ekor.Kondisi wabah virus corona cukup berimbas pada sektor peternakan, tidak terkecuali permintaan dan penjualan hewan kurban," ungkapnya.

Dadang sangat berharap kelompok tani  ternak sapi penggemukan tetap optimis dan fokus pada kegiatan usahanya. Agar penjualan sapi memiliki nilai ekonomis tinggi, sebaiknya peternak memelihara/penggemukan sapi sejak beberapa bulan terlebih dulu sebelum masuk masa penjualan.

"Kalau mau memiliki nilai tambah lebih besar, kegiatan penggemukan bisa dilakukan jauh-jauh hari, antara empat hingga enam bulan sebelumnya. Sehingga sapi-sapi lebih terjamin kondisi tubuh dan kesehatannya," ujar Dadang.

Ditambahkannya, sinergitas yang dibangun BI Kaltim dengan kelompok ternak selain pembinaan juga akses permodalan dan pengembangan tempat usaha. Sedangkan Dinas PKH lebih pada teknis kegiatan usaha peternakannya.(mar/Poskotakaltimnews.com)