Pemkot Bangun IPLT, PDAM Gunakan Barcode

img

BALIKPAPAN,  Program nasional pengelolaan tinja untuk Balikpapan segera dilaksanakan di bulan April 2017. Program ini menjadi pilot project . Dengan harapan  ke depan tinja bukan lagi sebagai  kotoran yang tidak disukai tapi akan menjadi bahan penyubur tanaman. 

"Semua harus dikelolah secara professional dan ini mulai dilaksanakan pemerintah kota Balikpapan melalui PDAM sebagai operator,’’ ujar Gazali Rachman, Direktur Umum (Dirum PDAM Tirta Manggar Balikpapan.

Menurut Gazali Rakhman,  didampingi Ketua Tim  L2T2 PDAM Purnamawati serta Staf  Hubungan Pelanggan PDAM Balikpapan Suryo Hadi Prabowo, menjelaskan keunggulan tinja yang sudah diolah menjadi pupuk melalui progam Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) di kantor PDAM Jln. Praja Kelurahan Sepinggan Balikpapan baru-baru ini.

Untuk kelancaran pengelolah dan penyedotan tinja dari rumah masyarakat,  PDAM Balikpapan akan menggunakan sistem barcode dengan harapan perencanaan ini bisa berjalan dengan lancar dan akan dimulai April 2017 bulan depan. 

L2T2 merupakan pembenahan sanitasi di lingkungan masyarakat untuk sedot WC terjadwal empat tahun sekali dan bagi masyarakat yang memiliki safety Tank nantinya akan dikenakan biaya penyedotan sehingga safety tank yang ada tidak akan penuh sebab dalam kurun waktu empat tahun tim sedot tinja  akan kembali melakukan tugas penyedotan dan ditampung kemudian dikelolah di Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT). 

Masyarakat yang memiliki safety tank nantinya akan ditarik iuran bulanan selama 4 tahun sekali, menurut Gazali Rachman dan Purnamawaty,  pelaksanaan sedot WC ini, nantinya limbah tinja akan ditampung dalam IPLT untuk nantinya diolah menjadi pupuk dan gas metan selanjutnya pupuk hasil pengelolaan akan digunakan untuk pertamanan dan tanaman yang ada.

Kepada wartawan Gazali Rakhman mengatakan penyedotan berkala ini melibatkan pengusaha swasta untuk sedot tinja dengan truk tinja dan kami dari PDAM akan menggunakan sistem barcode.

“Kita yang siapkan barcodenya. Sistem barcode, misalnya kendaraan sedot tinja yang mau sedot  terlebih dahulu kita barcode selanjutnya di IPLT juga akan di barcode, kalau nantinya operator truk pengangkut tinja membuang tinja ditempat lain atau sembarang tempat pasti kita tidak akan bayar,’’ ujarnya menerangkan. 

Pihaknya terus melakukan persiapan program nasional L2T2 ini yang pilot projeknya dilakukan di keluarahan Gunung Bahagia dan Sepinggan Baru, kita baru memilih didua kelurahan itu untuk pilot projek L2T2 kedua kelurahan itu memang sudah menjadi pelanggan PDAM dan ini pasti akan memudahkan penagihan dan untuk tahap awal ini kami baru menyasar kepada 1.250 KK.

Program nasional yang dilaksanakan di Balikpapan merujuk pada upaya pemerintah kota untuk melakukan peningkatan sanitasi di lingkungan masyarakat dalam hal ini penanganan dan pelayanan sedot tinja.

‘’Program L2T2 ini dilakukan disatu kawasan yang ditentukan sebab  sumur-sumur tinja masyarakat ini kemungkinan terkontaminasi bakteri ecoli dari akibat septink yang bocor atau tidak standar makanya pemerintah memprogramkan pelayanan sedot tinja terjadwal di rumah masyarakat yang terintegrasi dengan pelayanan PDAM,’’ jelas Gazali.

Penunjukan PDAM sebagai operator ini untuk memudahkan proses penagihan iuran melalui PDAM sebab selama ini PDAM memang sudah memiliki jaringan untuk penagihan dengan menggunakan rekening yang ada, olehnya pemerintah berpikir akan lebih tepat kalau PDAM yang dipercaya menjadi operator.

“Diharapkan masyarakat sudah terbiasa bahwa lumpur tinja ini bisa dikelola,  jangan sampai safty tank penuh  kemudian tinja dibuang ke badan sungai karena hal itu memang sering terjadi, kalau cara tidak sehat itu masih dilakjukan maka akan berpengaruh terhadap lingkungan,’’ ungkapnya.

PDAM berharap seluruh masyarakat di dua kelurahan ini dapat mengikuti program L2T2 maupun yang tidak terjadwal, kalau yang terjadwal ada iuran tiap bulan.

"Sedangkan bagi yang tidak terjadwal akan terjadi on call dan  itu bisa kapan saja,’’ terangnya.

PDAM sudah mempersiapkan program L2T2 ini sejak setahun lalu termasuk sosialisasi kepada dua kelurahan yang akan jadi pilot project dan bagi masyarakat.

"Kita sudah jelaskan dan sekaligus sudah dilakukan ujicoba,’’ ungkapnya. (max-poskotakaltimnews.com)