Pembantu Pembina KB Desa se Kukar Ikuti KKBPK
TENGGARONG, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kukar, mengadakan Orientasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana
dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), bagi Pembantu Pembina Keluarga Berencana (KB)
Desa (PPKBD) dan Se - Kukar. yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kukar,
Rabu (29/03/2017).
Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk
yang seimbang, hal ini merupakan upaya komprehensif pemerintah utnuk membangun
kualitas Sumber Daya Manusi (SDM) Indonesia sebagai salah satu modal dasar
pembangunan yang sangat penting.
Sekretaris Daerah Kukar H. Ir. Marli, yang mewakili Bupati
Rita Widyasari, sekaligus membuka secara resmi Orientasi KKBPK mengatakan,
menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini, pertumbuhan penduduk di kukar
termasuk cukup tinggi yang sebagian besar berasal dari migrasi masuk. Dari
tingginya migrasi masuk ini tentu juga akan berimplikasi pada peningkatan angka
kelahiran. “Laju pertumbuhan penduduk kukar sebesar sebesar 3,29 % yang artinya
lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk nasional” katanya
Akibat dari pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi ini
lanjut H.Marli, sudah dirasakan dampaknya baik dari segi ekonomi, sosila,
budaya maupun kesehatan. Peningkatan angka pencari kerja, tingkat kriminalitas,
pengangguran yang cukup besar. Tidak terlepas dari terus bertambahnya jumlah
penduduk di kukar. “dengan demikian upaya menekan laju pertumbuhan penduduk di
kukar menjadi salah satu keharusan dan agenda yang perlu di prioritaskan”
paparnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kukar H. Basri Hasan, MT,. Menyampaikan. Sebagai Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) yang baru di bentuk, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana menpunyai tugas berupaya mewujudkan 9 Agenda Prioritas Pembangunan
(NawaCita) Pemerintahan Jokowi-JK tahun 2015-2019, yaitu berperan melaksanakan
srategi pembangunan nasional, dengan focus pengarapan pada dimensi pembangunan
kesehatan serta mental yang di integrasikan kedalam program kependudukan. Program
KKBPK diarahka untuk mewujudkan Nawa Cita, terutama cita ke 3 “membangun
Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam
kerangka negara kesatuan”, cita ke 5 “meningkatkan kualitas hidup manusia
Indonesia”, dan Cita ke 8 “melakukan revolusi karakter bangsa, yang diawali
dengan Revolusi Mental.
“salah satu benruk upaya nyata di lapangan yang telah di
lakukan untuk mewjudkan ke tiga cita tersebut adalah pembentukan Kapung KB”
ungkapnya
Ia juga menambahkan, pelaksanaan Program KKBPK berupaya
mencapai sasaran pokok pembangunan kependudukan dan KB yang sudah di tentukan
dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2015-2019. Tentunya untuk mencapai sasaran pokok RPJMN
2015-2019, tidak akan dapat melaksanakan program KKBPK sendirian, selain tenaga
Penyuluh KB (PKB) yang di tuguaskan oleh pemerintah untuk membina program KKBPK
di desa, “telah tumbuh dan berkembang para kader yang tergabung di Institusi
Masyarakat Pesesaan (IMP) sebagai mitra kerja dalam pemberdayaan masyarakat di
desa” tegasnya
Dalam rangka penguatan pelaksanaan program KKBPK
Kukar, maka perlu di alokasikan anggaran APBD kukar, mengingat peran IMP
sebagai mitra kerja sangat stratesgis di dalam menghadapi proga KKBPK di era
Otonomi Daerah saat ini.(aji-poskotakaltimnews.com)