Perusahaan Tambang Wajib Reklamasi dan Revegetasi

img

SAMARINDA – Sesuai dengan mining agreement draft (perjanjian penambangan), maka setiap perusahaan pertambangan batubara wajib melakukan reklamasi hingga revegetasi terhadap lahan-lahan eks tambangnya.

Hal itu ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat kunjungan kerja di Desa Mulawarman Kecamatan Tengarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (18/4).
Menurut dia, aturan yang telah dibuat wajib ditegakkan dan setiap perusahaan harus mentaati kesepakatan yang telah ditentukan untuk kebaikan lingkungan dan masyarakat.

"Ya setiap perusahaan wajib melakukan reklamasi hingga revegetasi terhadap bekas tambangnya. Hal itu sudah dimuat dalam mining agreement," kata Awang Faroek Ishak
Karena lanjut Awang, hampir seluruh perusahaan melakukan kegiatan penambangan atau pertambangan batubara menggunakan pola open fit atau membuka lahan dengan  mengupas dan menggali lahan.

Sehingga, pola itu menurut gubernur bisa merubah kondisi alam dan berakibat buruk terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar penambangan.

Apalagi ujarnya, di Kaltim rata-rata bahkan semua kegiatan perusahaan penambangan batubara menggunakan pola open fit atau mengupas dan menggali lahan.

Sedangkan perusahaan yang menggunakan pola terowongan atau menggali batubara tetapi dalam tanah hanya beberapa perusahaan saja.

Karenanya, guna meminimalisir dampak kegiatan penambangan dengan pola open fit khususnya tambang batubara melalui reklamasi dan revegetasi lahan.

Reklamasi merupakan kegiatan perusahaan untuk  menutup lubang-lubang tambang dilahan terbuka dengan tanah agar kondisi lahan kembali sediakala.

Kegiatan berikutnya, perusahaan melakukan penanaman di lahan-lahan yang telah direklamasi dengan berbagai jenis tanaman atau pohon agar kondisi alam kembali hijau.

"Reklamasi dilanjutkan dengan revegetasi tidak ada pengecualian. Artinya semua perusahaan wajib melakukannya untuk mengembalikan alam dan lingkungan ke kondisi semula sekaligus menghilangkan efek kegiatan penambangan itu bagi masyarakat sekitar," ungkap Awang Faroek.

Kunjungan kerja gubernur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim serta Pemkab Kutai Kartanegara dirangkai dengan dialog bersama warga Desa Mulawarman. Tampak Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Abdul Rahman serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Kutai Kartanegara Khairil Anwar.

Hadir pula pimpinan OPD terkait lingkup Pemprov Kaltim serta jajaran Pemkab Kukar dari camat hingga kepala desa serta ratusan warga desa. m4r/poskotakaltimnews.com