Akibat Mati Suri, Sejumlah Pedagang Pasar Tamrin Tutup Lapak
Lapak Pedagang Pasar
Tamrin, Rawa Indah Bontang Selatan, Rame-rame menutup lapaknya karena sepi
pembeli. Senin, 3/05.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
BONTANG- Sejumlah pedagang di Pasar Tamrin menutup lapaknya,lantaran janji
pihak UPT pasar akan mengevaluasi posisi
lapak. Namun belum dilakukan dengan alasan pandemi Covid-19.
Pihak
UPT Pasar berjanji,kepada pedagang segera mengevaluasi posisi lapak setelah 3
bulan diresmikan. Namun, sudah hampir 10 bulan sejak diresmikan kebijakan
mengevaluasi posisi lapak urung dilaksanakan.
Kasubag
Tata Usaha, UPT Pasar, Abdul Malik Ri'fai beralasan jika agenda evaluasi belum
dilakukan lantaran masih terkendala Covid-19.
Ia membenarkan saat ini Pasar Tamrin sepi dikunjungi pembeli. Salah satu faktornya karena posisi lapak sembako berada di lantai 3. Walhasil, pembeli memilih untuk berbelanja di pinggir jalan karena akses yang lebih mudah. Pun demikian, faktor lain yang memicu sepinya pengunjung pasar lantaran kondisi pandemi Covid-19.
Abdul Malik menilai, banyak masyarakat takut berbelanja dipasar lantaran menghindari kerumunan."Makanya tunggu selesai pandemi dulu. Baru kita rencanakan evaluasi. Penyebab kuat sepinya pasar memang kerena skema penataan lapak ada yang salah. Tapi kan Covid-19 juga bisa mempengaruhi," bebernya.
Selain
itu, ancaman pemerintah bakal menyita lapak pedagang yang sengaja dibiarkan
kosong pun belum dilakukan.
Lagi-lagi
UPT Pasar beralasan karena imbas pagebluk Covid-19.
Menurut
Abdul Malik, alasan pedagang enggan menempati lapak mereka lantaran daya beli
masyarakat ke pasar turun.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk menunda tempati lapaknya di dalam pasar. "Kan ekonomi masyarakat lagi susah. Jadi sejumlah pedagang belum mau masuk jualan. Jadi karena itu alasanya makanya kami belum bisa berlakukan," tuturnya.
Lanjut nya,Abdul Malik mengatakan, kebijakan yang saat ini ditunda akan dilaksanakan ketika kondisi pandemi sudah berakhir. "Nanti habis pandemi kami pasti berlakukan itu lah. Tunggu saja," pungkasnya.
Terpisah, Pedagang Sembako di Pasar Tamrin, Akbar,mengaku masih menunggu janji pemerintah mengevaluasi lapak. Saat ini banyak pedagang sembako memilih tutup lapak mereka di pasar. Mereka menyewa lapak lain yang berada di lantai dasar. "Yah kalau yang mampu akan sewa lapak di bawah (lantai dasar) kalau yang tidak punya modal mau tak mau bertahan saja walaupun sepi," katanya.
Akbar menyebutkan, saat ini lapak sembako nyaris mati suri. Dari ratusan pedagang, saat ini hanya sekitar 20an pedagang saja tetap berjualan di pasar.
Dirinya minta agar pemerintah segera memenuhi janjinya untuk mengevaluasi posisi lapak pedagang.(wan)