Unggulkan Baju Bupit Mut Dibuat dari Bahan Kayu, Berau Siap Berlaga di Even Deskranasda Award Kaltim 2021

img

Yustina memperlihatkan Baju Bupit Mut dan Topi merupakan ciri khas Dayak, siap berlaga di even Deskrnasda Award Kaltim 2021

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Baju Bupit Mut dibuat dari bahan kayu mut-mut hasil produksi Rumah Anyam Tlau Petang asal Kampung Long Lanuk Kecamatan Kelay , salah satu produk unggulan bakal dikirim Pemkab Berau pada even Deskranasda Awarda Kaltim dalam waktu dekat ini.

Baju Bupit Mut terbiasa dipakai kegiatan adat Dayak, khusus kegiatan menari diekenal dengan Tarian Kleang Emseai menceritakan bagaimana susahnya anak-anak Dayak kekebun berdayung hingga sampai ke kebun mencari tebu dan kayu api.

 “Jadi baju kami buat ini akan dipakai saat ada acara di kampung kami. Maksudnya baju ini untuk para penari yang menghibur tatkala ada acara di kampung. Kebetulan saya punya binaan anak anak penari, jadi ketika ada acara mereka ditampilkan menggunakan baju atau pakaian ini,” ungkap  Ketua Rumah Anyam Kita Bersama (Tlau Petang) Yustina Dau Hayati saat berjumpa di Dekranasda Jl Murjani 1 Kecamatan Tanjung Redeb, baru-baru ini sambil mengenakan pakaian dari bahan kayu mutmut itu.

Untuk bahan baku pembuatan baju ditambahkan Yustina, kebetulan kayu ini cukup banyak terdapat dihutan disekitar kampung Long Lanuk. Dengan rajin masuk ke hutan untuk mengambil kulit kayu mutmut tersebut sehingga bisa dikreatifitaskan menjadi pakaian.

”Baju yang mau ikut even ini dibuat lebih bagus dan mewah termasuk memakan waktu cukup lama, dan hasilnya juga memuaskan,”tukasnya lagi.      

Kalau dahulu, selain kulit kayu mutmut ini dijadikan pakaian kayunya juga bisa diolah buat ukiran rumah. Dan khusus topi dari pakaian rumah Anyamnya buat untuk lomba di Dekranasda Kaltim Award, Dayak Long Lanuk dulu menggunakannya untuk tanda bahwa ada kedukaan.

Topi ini setelah sebulan dari berduka akibat ada yang meninggal dunia yang memakainya turun mandi lalu dibuang ke sungai.

“Kayu ini sebelum zaman modern saat ini, sangat berguna kayu mutmut ini untuk warga, sehingga dilestarikan sampai sekarang,” Yustina.

Seperti diberitakan sebelumnya, Berau mengikuti Semua kategori lomba berjumlah 3 katagori seperti  katagori untuk serat alam yang dikirim tenun dan kreatifitas dari limbah kelapa yakni tempurung dan bonggol kelapa.

Lalu kategori kayu produknya berupa pakaian berbahan dari kayu Mutmut dan kategori motif batik akan ada lima (5) pembatik yang mengirimkan hasil karyanya yang semuanya merupakan batik tulis. (sep/adv)