Pelaku Penganiayaan di Samboja Terancam 7 Tahun Penjara

img

Kapolres AKBP Arwin Amrih Wientama didampingi Kasat Reskrim AKP Herman Sopian dan Kapolsek Samboja AKP Adyama, saat press rillis di Polres Kukar

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.KUKAR- AK warga Amborawang Laut Kecamatan Samboja harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, masuk jeruji besi setelah menganiaya AD warga Balikpapan Selatan RT 48 Perum PGRI hingga meninggal dunia.

Pelaku terancam pasal 338 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Kapolres AKBP Arwin Amrih Wientama didampingi Kasat Reskrim AKP Herman Sopian dan Kapolsek Samboja Adyama, saat press rillis di Polres Kukar, Rabu (8/9/2021), mengungkapkan bahwa saat ini pelaku ditahan di Polres Kukar.

“Untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Kejadian tersebut pada 31 Agustus 2021, yang dipicu oleh batas patok tanah" ucap Arwin Amrih Wientama.

Kronologis dari peristiwa tersebut yaitu, AD bersama suaminya Susanto Yuwono dari Balikpapan menuju ke lokasi tanah tersebut, yang berada di Gunung Panjang, RT 03, Amborawang Laut, Kecamatan Samboja.

Setiba di lokasi tersebut, AD turun dari mobilnya tanpa ditemani suaminya, untuk menemui AK yang sedang bekerja membuat kapling tanah. Saat itu AK menyampaikan kepada AD bahwa, lokasi tanah milik AD sudah terpasang patok batas baru.

"Selang beberapa menit setelah debat, tiba tiba AK membawa parang mendatangi AD, AK mengayunkan parangnya sebanyak 3 kali" jelasnya.

Sehingga mengenai kepala bagian bawah kanan dan tangan kanan korban luka berat, atas peristiwa tersebut AK panik langsung melarikan diri, kemudian suaminya dan warga langsung menolong AD untuk dibawa ke RSUD Kanudjoso Balikpapan.

"Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Samboja, dan ditindaklanjuti dengan cepat untuk melakukan pencarian. Pencarian dilakukan oleh Tim Aligator Sat Reskrim Polres Kukar dan jajaran Polsek Samboja" sebutnya

Setelah 4 hari melakukan pencarian, tim gabungan mendapatkan informasi bahwa, pelaku bersembunyi disalah satu pondok kebun karet milik warga, tim gabungan segera menuju ke lokasi tersebut.

Pada 4 September 2021 sekitar pukul 09.00 wita, pelaku berhasil ditangkap oleh petugas tanpa ada perlawanan. Sementara barang bukti yang diamankan yaitu, sebilah parang dengan sarungnya, pakaian pelaku.

"Hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi saksi, apabila nanti ada perkembangan selanjutnya, akan diinformasikan" ujarnya

Sementara itu pelaku AK mengakui bahwa dirinya khilaf, lantaran terlanjur emosi terhadap korban, karena lahan AK yang telah ditanami karet di robohkan dengan menggunakan excavator oleh AD.

"Dengan alasan lahan tersebut sudah dibeli dari paman saya, padahal dulu paman bilang tidak pernah menjual tanah tersebut kepada AD" ungkap AK.(*riz)