Sesalkan Tindakan Oknum Penyebar Selebaran Tutup THM

img

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Berau, Anang Saprani

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB– Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Berau, Anang Saprani menyesalkan tindakan oknum yang melakukan penyebaran selebaran berisi tutup THM (Tempat Hiburan Malam) dan tindak tegas penjual minol.

Menurut Anang, dirinya mendapatkan selebaran tersebut berada di pagar Kantor Satpol PP dan juga mobil dinas miliknya. Ia menuturkan, tindakan tersebut, bukan solusi untuk memberantas peredaran miras di Berau.

“Itu bukan solusi jika caranya seperti itu,” tegasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya setuju menerima aspirasi dari siapapun. Tapi dengan cara yang benar. Datang dan duduk bersama. bukan malah melakukan tindakan tersebut. Menurutnya hal tersebut sangat tidak baik dan kurang pantas.

“Sekarang begini. Apa fungsinya menyebarkan tulisan itu melalui pamflet tersebut,” katanya.

Selain itu juga, terdapat spanduk yang berada di Taman Cendana, dengan tulisan yang sama. Menurutnya, hal itu sama saja tidak berpendidikan. Pasalnya taman bukan wadah untuk menempatkan spanduk.

“Saya sampaikan, ini masalah sepele. Seharusnya bisa duduk bersama,” paparnya.

Anang menjelaskan, untuk memberantas peredaran miras, tentu tidak bisa dilakukan satu pihak saja, namun perlu melibatkan semua pihak. Meskipun disatu sisi, melaksanakan perda merupakan kewajiban dari Satpol PP.

“Tentu kami ingin. Tapi semua butuh proses,” tambahnya.

Mantan Camat Gunung Tabur ini menambahkan, pihaknya memang sudah berkomitmen untuk memberantas peredaran miras sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2010, tentang pelarangan pengedaran dan penjualan minuman beralkohol.

“Kan perdanya juga kita sosialisasikan. Kemudian kita akan tindak tegas. Bukan sembarangan. Ada mekanismenya,” tegasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oknum tersebut. Namun caranya kurang tepat. Bahkan dikatakan Anang, sesuai memasang selebaran tersebut, oknum tersebut langsung memacu motornya dengan laju.

“Itukan berbahaya juga bagi dirinya dan pengendara lainnya. Kami terbuka, jika mereka mau duduk bersama,” pungkasnya.(sep)