Bupati Himbau Berikan Perhatian Jika Temukan Anak Terindikasi Stunting

img

Pencanangan gerakan Lasgita.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB- Mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Berau, Bupati meminta agar Tim Percepatan Penurunan Stunting bisa melalukan jemput bola dilapangan, termasuk menghimbau jika mendapat anak yang terindikasi stunting maka perlu diberikan perhatian penuh serta pemberiaan giji yang seimbang.

"Perlu mendapat perhatian kita bersama dalam mendukung kasus stunting dimasyarakat,”demikian  disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat mencanangkan Gerakan Lasgita atau kelas gizi balita di Posyandu Karya Bhakti Teluk Bayur, Senin (24/10).

Gerakan ini tambah Bupati Sri Juniarsih Mas ,diharapkan bisa membantu dalam mengurangi angka stunting yang masih cukup tinggi. Perlunya diberikan pemahaman kepada para ibu mengandung dan melahirkan keberadaan informasi terkait kesehatan, gizi dan perhitungannya.

"Ini perlu kita pahamkan kepada para Ibu, saat  datang ke Posyandu bukan hanya imunisasi saja tapi ibu muda juga harus mengetahui tumbuh kembang anaknya dengan baik,” terang Bupati Sri Juniarsih lagi. 

Sementara saat dikonfirmasi Camat Bayur, Endang Iriani menyampaikan dirinya  selaku Camat sekaligus ketua TPPA mendukung penuh kegiatan dalam upaya penanganan stunting dimasyarakat.

”Barusan kami alami diwilayah kami terjadi minggu lalu, ditemukan warga korban stunting, sikap Gerak Cepat (Gercep) langsung kami lakukan  dengan jalan mengunjungi rumah warga , memberikan pendampingan pemahaman serta bantuan makanan bergiji,”jelas Endang Iriani.

Sangat bersyukur terang Endang Iriani, dari hasil pendampingan dan memberikan bingkisan diantaranya biscuit dan lainnya  dengan harapan anaknya cepat dapat asupan gizi .

“Tercapai adanya, Alhamdulillah dalam kurun waktu 1 minggu Berat badan (BB) anaknya  naik  sekitar 0.4 kg, “tukas Endang.

Menjawab pertanyaan terkait jumlah stunting di Kecamatan Teluk bayur, Endang Iriani menjawab masih menjadi perhatian dirinya  pasalnya dari data diterima seperti Labanan Jaya dari jumlah  248 anak penderita stuntingx 124 atau sekitar 50%.

"Kondisi ini ironis sekali, mengingat Labanan  Jaya masuk wilayah  yang kaya Sumber daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia  (SDM) nyapun trampil, kondisi riil  ternyata tdk semua balita datang ke posyandu. Dari kondisi ini saya sudah meminta Dinkes Berau untuk mereview data lagi, agar data disajikan benar-benar data bisa akurat,”ujar Endang lagi. (advetorial/sep)