Gubernur Berharap Pemilu 2024, Berjalan Lancar, Aman dan Damai
Penandatanganan
Perjanjian Kerja Sama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan
Timur dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA
-
Gubernur Kaltim H Isran Noor menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja
Sama antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Timur dengan
Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur tentang Sinergisitas Pelaksanaan
Tugas dan Fungsi dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Serentak
Tahun 2024 serta Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2024, yang di gelar di Aula KPU
Provinsi Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Senin (13/3/2023).
Gubernur Isran Noor menyaksikan
penandatanganan yang dilakukan oleh Ketua KPU Kaltim Rudiansyah dan Kapolda
Kaltim Irjen Polisi Imam Sugianto. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan
dokumen serta pernyataan Deklarasi Pemilu Damai dari pimpinan dan perwakilan 18
partai politik peserta Pemilu Serentak 2024.
“Semoga ini akan menjadi rujukan dan kita
ikuti secara konsisten untuk berpartisipasi penyelenggaraan pesta demokrasi
bangsa. Semoga pelaksanaan pemilu serentak 2024 nanti berjalan lancar, aman dan
damai,” ujar Gubernur Isran Noor.
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi
Seluruh Indonesia (APPSI) ini meminta kepada seluruh partai politik agar dapat
mengikuti pelaksanaan pemilu serentak 2024 dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
demokrasi, menciptakan suasana aman dan kondusif di seluruh negeri.
“Pimpinan partai politik itu biasanya tidak
masalah, yang ribut-ribut justru pendukugnya. Untuk itu partai politik juga
harus bisa mengatur dan mengontrol pendukungnya. Tapi kita patut bersyukur
karena dalam setiap pemilihan umum berjolan lanncar dan sukses, dengan kondisi
aman dan damai, meskipun negara Indonesia ini jumlah pemilihnya diatas 200 juta
penduduk. Artinya demokrasi berjalan dengan baik. Karena bangsa kita memiliki
etika dan adat istiadat yang sangat bagus,” urai Isran Noor.
Pemilu 2024, lanjut Isran adalah pemilu terbesar
sepanjang sejarah republik ini. Dengan nilai anggaran yang besar, diperkirakan
sekitar Rp110 triliun untuk pemilu serentak yang dilaksanakan pada 14 Februari
2024 dan pilkada serentak pada pertengahan November 2024.
“Ini merupakan tantangan yang luar biasa,
dari sebuah proses yang harus diikuti. Di Kaltim anggarannya kisaran Rp350-500
miliar. Tidak masalah anggaran besar, karena ini memang suasana demokrasi
kebangsaan dalam pelaksanaan kegiatan politik bangsa dan sebuah perwujudan hak
asasi politik, hak asasi demokrasi dan itu juga hak asasi manusia, nilai itu sangat
pantas,” pungkas Isran.
Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi
Utomo meminta agar masyarakat mengedepankan sikap toleransi, walaupun berbeda
pilihan namun tetap bersaudara. Jangan sampai memecah belah persatuan dan
kesatuan
Sementara, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam
Sugianto menyebut kerja sama Polda Kaltim dan KPU Kaltim ini adalah langkah
awal yang baik dan keyakinan beraama bahwa pemilu serentak tahun 2024 bisa
dilaksanakan dengan baik, lancar, aman dan damai.
Tampak hadir, unsur
Forkopimda Kaltim, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, Kapolres se
Kaltim, Komisioner KPU Kaltim dan Ketua KPU Kabupaten/Kota se Kaltim, Asisten
Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kaltim M Syirajudin dan Kepala Badan
Kesbangpol Kaltim Sufian Agus.(mar).