Adi Sutianto Minta Pemerintah Segera Perbaiki Drainase untuk Mengatasi Banjir di Sangatta

img

Adi Sutianto

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI TIMUR- Ketua Komisi C DPRD Kutim, Adi Sutianto menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang terkena dampak banjir. Menurutnya, banyak rumah warga yang terendam akibat genangan air yang tinggi.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi warga yang rumahnya selalu terendam  akibat banjir ini. Pemerintah harus segera memberikan perhatian kepada mereka," kata Adi kepada awak media, Selasa (16/5/2023).

"Pemerintah harus meningkatkan jumlah perahu karet yang tersedia agar evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Selain itu, perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tindakan evakuasi yang harus dilakukan saat terjadi banjir," ujarnya.

Adi Sutianto juga menegaskan perlunya kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait dalam mengatasi masalah banjir ini. Ia mengatakan bahwa penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat.

"Dalam menghadapi banjir, kita semua harus bersatu dan saling membantu. Masyarakat juga harus ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah juga harus lebih proaktif dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur drainase," tuturnya.

Adi Sutianto berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret dalam mengatasi masalah banjir di Sangatta. Ia meminta agar pengecekan dan perbaikan drainase dapat dilakukan dengan segera, serta memastikan bahwa dana yang diperlukan tersedia.

"Pemerintah harus memprioritaskan penanganan banjir ini. Jangan sampai warga terus menderita akibat kelalaian dalam perbaikan infrastruktur. Kita harus belajar dari pengalaman ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang," tandas Adi.

Diharapkan dengan adanya perhatian dari pemerintah dan dukungan penuh masyarakat, masalah banjir di Sangatta dapat segera diatasi dan warga dapat kembali hidup normal tanpa harus khawatir akan banjir yang terus menghantui.(ADV)