Atasi Kemiskinan, Pemkab Kukar MoU Dengan Perusahaan Tambang dan Perkebunan

img

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Sebagai upaya pengentasan kemiskinan, Pemkab Kukar melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan dan perkebunan.

MoU tersebut dilakukan oleh Bupati Kukar Edi Damanysah dan didampingi Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Hotel Red Top dan Santika Jakarta, belum lama ini.

Plt Kepala Bappeda Kukar Sy. Vanesa Vilna menyebutkan, ada 10 perusahaan yang bersedia memberikan bantuan kepada masyarakat Kukar, yang masuk kedalam aplikasi Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK).

Di dalam aplikasi tersebut terdapat data masyarakat calon penerima bantuan, dan program pensasaran, sehingga pihak perusahaan dapat memilih program pensasaran atau bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang ada di dalamnya.

"Mereka (perusahaan) ikut pada program RBPK, namun pada setiap perusahaan juga memiliki kebijakan terhadap berikan bantuan, contoh ada kebijakan terkait berikan bantuan di ring 1 perusahaan itu," sebut Vanesa Vilna kepada Poskotakaltimnews, di Bappeda Kukar, Senin (30/10/2023).

Ia mengatakan, bantuan dari perusahaan tersebut tidak menekan, artinya kesanggupan dari perusahaan itu sendiri ingin memberikan bantuan apa dan berapa.

"Ketika perusahaan itu telah memilih programnya dan wilayahnya, maka akan dilakukan verifikasi terhadap calon penerima bantuan tersebut, apakah layak menerima atau tidak," jelasnya.

Kata Vanesa Vilna atau yang biasa disapa Nana itu menyebutkan ada sekitar 109 perusahaan yang saat ini aktif beroperasi di Kukar, namun ada sekitar 48 perusaahaan yang telah bersedia memberikan bantuan, yang menyasar pada aplikasi RBPK.

"Ada 48 perusahaan yang bersedia berikan bantuan, dab ada 98 perusahaan yang masih mendaftar saja," paparnya.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam pengentasan kemiskinan sangat penting, dan membantu. Kemiskinan di Kukar menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah saja.

Dirinya berharap, perusahaan yang beroperasi di Kukar dapat terlibat dan bersedia, dalam mengatasi persoalan kemiskinan.

"Kami berharap semua perusahaab bisa terlibat, kalau semua perusahaan terlibat, sudah berapa banyak masyarakat yang dibantu," tutupnya. (adv/riz)